KABARBURSA.C0M - Manajemen PT Verona Indah Pictures Tbk (VERN) memandang prospek industri kreatif di Indonesia masih dalam tren yang positif. Perseroan meyakini ke depan pertumbuhan kinerja akan tercapai dengan berbagai peluang yang masih ada.
Direktur Utama VERN, Titin Suryani mengatakan industri perfilman dan konten kreatif nasional masih memiliki prospek yang menjanjikan seiring meningkatnya konsumsi konten digital, pertumbuhan platform streaming, serta meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap karya kreatif lokal.
Dia menyebut, tahun ini Perseroan juga memiliki sejumlah strategi utama dalam mendorong kinerja di antaranya peningkatan kualitas produksi, pengembangan konten yang inovatif, penguatan kerja sama dengan mitra strategis, optimalisasi pemasaran digital, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia.
"Kami melihat peluang yang sangat besar dari perkembangan industri kreatif Indonesia. Perseroan akan terus memperkuat kualitas produksi, mendorong inovasi konten, memperluas kolaborasi strategis, serta memanfaatkan berbagai platform distribusi untuk menjangkau audiens yang lebih luas," ujar dia dalam keterangannya, Kamis, 25 Juni 2026.
Sebagai langkah nyata dalam merealisasikan strategi tersebut, Titin, VERN akan meluncurkan dua film layar lebar terbaru yang siap menghiasi bioskop pada pertengahan hingga akhir tahun 2026.
Kinerja Keuangan Kuartal I 2026
VERN mencatatkan penuruanan performa keuangan pada kuartal I 2026. Merujuk data laporan keuangan perusahaan, emiten ini meraup laba bersih periode berjalan sebesar Rp1,12 miliar.
Angka tersebut menurun dibandingkan laba bersih pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp2,15 miliar.
Penurunan laba bersih tersebut akibat efek merosotnya penjualan dan pendapatan VERN. Pada tiga bulan pertama 2026, VERN membukukan pendapatan Rp7,25 miliar, turun signifikan dibanding kuartal I 2025 yang mencapai Rp14,88 miliar.
Meski begitu,VERN mampu melakukan efisiensi pada pos beban pokok penjualan dan pendapatan. Peursahaan sukses menekan beban pokok menjadi Rp2,29 miliar, dari sebelumnya mencapai Rp10,17 miliar pada kuartal I 2025.
Alhasil, VERN bisa mempertahankan pertumbuhan laba bruto menjadi Rp4,95 miliar, sedikit meningkat dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp4,70 miliar.
Dari sisi neraca keuangan, total aset VERN per 31 Maret 2026 tercatat relatif stabil di angka Rp551,53 miliar, turun tipis dari posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp551,84 miliar.
Aset tersebut terdiri dari aset lancar sebesar Rp337,59 miliar dan aset tidak lancar senilai Rp213,93 miliar. Komponen kas dan setara kas perseroan tercatat sebesar Rp60,53 miliar. (*)