PREMIUM Market Hari Ini 16 Apr 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Otomotif Indonesia Lesu: Sinyal Merah Investasi di 2025?

Mesin industri otomotif tanah air mulai “batuk-batuk”. Apakah pasar akan segera pulih, atau ini justru jadi kesempatan untuk berinvestasi di sektor yang sedang berkembang seperti EV?

Penjualan mobil Indonesia anjlok Maret 2025, memicu pergeseran pasar otomotif menuju kendaraan listrik (EV) meskipun harga masih mahal dan insentif terbatas.

Ilustrasi: Investasi sektor otomotif masih bagus? (Foto: AI untuk KabarBursa)
Ilustrasi: Investasi sektor otomotif masih bagus? (Foto: AI untuk KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Mesin industri otomotif tanah air mulai “batuk-batuk”. Data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa penjualan mobil pada Maret 2025 anjlok 5,1 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 70.892 unit, dibandingkan Maret 2024 yang masih berada di 74.720 unit.

Yang bikin alis makin berkerut adalah penjualan bulan Maret ini juga 2 persen lebih rendah dibandingkan Februari 2025 yang mencatatkan 72.336 unit. Padahal, biasanya menjelang Idulfitri, showroom mobil ramai kayak mal diskon tengah malam. Tapi kali ini sepi kayak jalan tol pas larut malam.

Biasanya, kuartal pertama, terutama bulan Maret hingga awal April, jadi momentum emas bagi industri otomotif karena berdekatan dengan Ramadan dan Idulfitri. Tapi tahun ini, efek ”booster itu gagal total. Total penjualan mobil kuartal pertama 2025 hanya 205.160 unit, turun 4,7 persen dibanding periode sama tahun lalu, 215.267 unit. Bahkan dibandingkan triwulan I 2023 yang tembus 282.601 unit, angka tahun ini sudah turun hampir 27 persen hanya dalam dua tahun.

PREMIUM Premium Content

Artikel premium ini hanya tersedia untuk Member

Anda dapat membuka artikel ini secara individual dengan harga Rp35.000. Jika sudah berlangganan, silakan login untuk melanjutkan membaca melalui dashboard premium Anda.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait