KABARBURSA.COM - Pakar industri plastik, Wiyu Wahono, menegaskan bahwa kemasan yang digunakan untuk produk air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia aman digunakan sebagai wadah konsumsi.
Menurut Wiyu, saat ini terdapat beragam produk AMDK dengan kemasan yang berbeda-beda, seperti polipropilen (PP) atau gelas plastik, polikarbonat (PC) atau galon guna ulang biru, dan polyethylene terephthalate (PET) atau galon sekali pakai.
Dia menjelaskan bahwa galon PC dipilih sebagai kemasan AMDK karena dapat digunakan berulang kali, sehingga lebih ramah lingkungan daripada galon sekali pakai.
Wiyu juga menyoroti keunggulan kemasan PC dalam ketahanan terhadap goresan dan benturan, membuatnya bisa dicuci dengan suhu panas antara 60-80 derajat Celsius tanpa merusak permukaannya.
Selain itu, galon PET yang dapat dipakai ulang juga dianggap lebih ramah lingkungan daripada yang sekali pakai.
Menurutnya, ketiga jenis kemasan ini umum digunakan oleh produsen AMDK karena sudah menggunakan bahan plastik yang aman untuk digunakan sebagai wadah konsumsi.
Wiyu menegaskan bahwa semua kemasan tersebut aman, meskipun terjadi sedikit perpindahan zat ke dalam air, masih dalam batas yang ditentukan.
Dia juga menyebut bahwa konsumsi air yang telah terpapar zat pembentuk plastik AMDK seharusnya tidak memberikan dampak signifikan pada kesehatan manusia, seperti yang diperhatikan oleh konsultan industri di Jerman yang telah menetapkan ambang batas yang aman.
Sementara itu, dia menyatakan bahwa kemasan AMDK di Indonesia telah memenuhi ketentuan dalam Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan, yang mengatur standar kemasan pangan, sanitasi, mutu, dan jaminan produk halal.
Dia juga menyoroti pentingnya mematuhi peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2019 tentang Kemasan Pangan yang mewajibkan produsen untuk menggunakan kemasan yang tidak membahayakan kesehatan manusia.