Market Hari Ini 02 Mar 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Pantau Saham Buy on Weakness dan Swing Trade Hari Ini

Strategi akumulasi selektif dan trading jangka pendek dirilis di tengah volatilitas pasar dan sentimen risk-off global.

MNCS dorong buy on weakness, BRIDS rilis strategi swing trade MEDC, ELSA, MDKA dan rekomendasi sell DSSA saat IHSG dibayangi konflik global.

Sejumlah analis pasar modal merilis strategi berbeda untuk perdagangan Senin, 2 Maret 2026, di tengah meningkatnya eskalasi konflik global. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)
Sejumlah analis pasar modal merilis strategi berbeda untuk perdagangan Senin, 2 Maret 2026, di tengah meningkatnya eskalasi konflik global. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)

KABARBURSA.COM – Sejumlah analis pasar modal merilis strategi berbeda untuk perdagangan Senin, 2 Maret 2026, di tengah meningkatnya eskalasi konflik global yang membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 

Pendekatan yang ditawarkan terbagi antara strategi akumulasi saat koreksi dan trading taktis berbasis disiplin level teknikal.

Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG masih memiliki peluang penguatan selama mampu bertahan di atas area 8.150 hingga 8.230.

“Selama IHSG mampu bertahan di atas area tersebut, peluang rebound masih terbuka dengan target penguatan menuju 8.440 sampai 8.650,” ujar Herditya dalam riset hariannya.

Ia merilis empat saham dengan pendekatan buy on weakness, yakni INDY, TAPG, TLKM, dan UNVR. Strategi ini menekankan akumulasi saat harga terkoreksi mendekati area support, bukan pembelian agresif di area resistance. Setiap rekomendasi disertai target harga bertahap dan batas risiko (stop loss) di bawah level teknikal terdekat.

Pendekatan tersebut menempatkan koreksi sebagai peluang selama struktur tren belum rusak.

Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) melalui Technical Analyst Reza Diofanda mengusung pendekatan berbeda dengan fokus pada swing trade dan day trade yang selektif.

“IHSG diperkirakan bergerak volatile dengan kecenderungan melemah. Support terdekat berada pada 8.150–8.100 dan resistance di 8.350,” tulis Reza dalam risetnya.

BRIDS merekomendasikan MEDC untuk strategi swing trade dengan entry di 1.650–1.700, target harga 1.775–1.835, dan stop loss di bawah 1.550. 

Secara teknikal, MEDC dinilai masih berada dalam tren bullish dan sedang mengalami pullback ke area support 1.580–1.655.

Untuk strategi day trade, BRIDS memilih ELSA dengan entry 830–850, target 890–925, dan stop loss di bawah 800. ELSA disebut masih dalam tren bullish dengan support 815–840 dan resistance 890–925.

Rekomendasi day trade juga diberikan kepada MDKA dengan entry 3.500–3.700, target 3.840–3.960, dan stop loss di bawah 3.450. MDKA dinilai masih dalam tren bullish dan sedang pullback di area 3.460–3.650, didukung sentimen penguatan harga emas sebagai aset safe haven.

Di sisi lain, DSSA menjadi satu-satunya saham yang direkomendasikan sell. Saham tersebut berada di harga terakhir 78.925 dengan potensi pelemahan menuju support berikutnya di 75.250 setelah breakdown dari MA200 dan menembus support penting di area 87.475–83.875.

Pendekatan BRIDS menitikberatkan pada pengelolaan risiko dan ketepatan eksekusi level, dengan batas entry dan stop loss yang terukur di tengah volatilitas pasar global, bukan pada asumsi penguatan pasar secara menyeluruh. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait