Market Hari Ini 14 Feb 2026 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

Pasar Saham dan Mata Uang Asia Emerging Market Melemah

. Sepanjang pekan, indeks ini masih mencatat kenaikan lebih dari 8 persen, menandai pekan terbaik sejak Januari 2021

Hampir seluruh mata uang dan indeks saham di negara-negara emerging market Asia bergerak melemah menjelang penutupan sesi perdagangan pekan ini

Mata uang Won Korea. Foto: Pixalbay
Mata uang Won Korea. Foto: Pixalbay

KABARBURA.COM - Hampir seluruh mata uang dan indeks saham di negara-negara emerging market Asia bergerak melemah menjelang penutupan sesi perdagangan pekan ini, Jumat 13 Februari 2026. Pasar saham Taiwan sudah tutup, bersiap menyambut perayaan Tahun Baru Imlek.

Laman Reuters melaporkan, selepas pukul 15.00 WIB, indeks Kospi Korea Selatan ditutup turun 0,3 persen, meski sempat melonjak 1,1 persen ke rekor tertinggi. Sepanjang pekan, indeks ini masih mencatat kenaikan lebih dari 8 persen, menandai pekan terbaik sejak Januari 2021.

Di sisi lain, indeks STI Singapura anjlok 1,3 persen, mengalami penurunan intraday terdalam sejak 23 Oktober. Meski begitu, secara mingguan saham masih naik 0,3 persen, dan mencatat kenaikan delapan pekan berturut-turut. Perdana Menteri Singapura sebelumnya menyatakan negara-kota itu memperkirakan surplus anggaran sebesar SGD8,5 miliar (USD6,73 miliar) untuk tahun fiskal berjalan.

Mata uang kawasan sedikit terdepresiasi menjelang rilis data inflasi AS yang bisa menentukan arah dolar Amerika Serikat. Won Korea Selatan melemah 0,6 persen, rupiah Indonesia turun 0,2 persen, dan dolar Singapura melemah 0,3 persen. Ringgit Malaysia, yang sebelumnya melemah 0,3 persen, memangkas sebagian kerugian dan bergerak mendatar. Bank sentral melaporkan ekonomi Malaysia tumbuh pada laju tercepat dalam tiga tahun pada 2025, melampaui ekspektasi, dengan momentum yang diperkirakan berlanjut tahun ini.

“Bukti semakin banyak bahwa ekonomi tidak hanya tangguh tetapi bahkan melampaui ekspektasi. Hal ini kemungkinan memunculkan pertanyaan apakah pemangkasan suku bunga pre-emptive pada Juli lalu memang diperlukan,” kata analis Barclays, dikutip Reuters. Para analis memperkirakan bank sentral Malaysia akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Mei.

Di Thailand, indeks SET dan baht menuju kinerja mingguan terbaik dalam lebih dari enam bulan. Hasil pemilu akhir pekan lalu menumbuhkan harapan stabilitas politik yang lebih besar, meski mata uang kawasan sedikit melemah. Baht melonjak 1,8 persen sepanjang pekan, menuju kenaikan mingguan terbesar sejak Mei 2025. Hasil pemilu meredakan kekhawatiran kekosongan politik dan menarik kembali investor asing ke aset lokal, mendorong reli baht.

Investor asing meningkatkan investasi di saham Thailand pasca pemilu, dengan total arus masuk bersih sekitar 33 miliar baht (USD1,06 miliar), menurut Poon Panichpibool, ahli strategi pasar di Krung Thai Bank. Saham Thailand naik 5,6 persen sepanjang pekan, mencatatkan pekan terbaik sejak Juli 2025. Namun, kenaikan mingguan indeks SET tertahan akibat penurunan 0,3 persen pada sesi perdagangan Jumat ini.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait