Market Hari Ini 16 Feb 2024 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Tim Editorial

PBB Catat 88.000 Penduduk Mengungsi di Lebanon selatan

PBB Catat 88.000 Penduduk Mengungsi di Lebanon selatan
PBB Catat 88.000 Penduduk Mengungsi di Lebanon selatan

KABARBURSA - Perkembangan konflik di Lebanon selatan telah menyebabkan lebih dari 88.000 penduduk mengungsi, demikian disampaikan juru bicara PBB.

Kami, bersama mitra-mitra kami, terus berupaya memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Upaya ini melibatkan berbagai inisiatif yang dipimpin oleh pemerintah Lebanon, ujar Stephane Dujarric kepada wartawan di New York.

Bantuan yang diberikan mencakup sektor makanan, layanan kesehatan, bantuan tunai, dukungan pendidikan, dan layanan perlindungan hukum bagi keluarga pengungsi. Selain itu, kami turut mendukung pemeliharaan sistem pengolahan air dan limbah, ungkapnya.

Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA), sekitar 60 ribu orang masih bertahan di desa-desa perbatasan yang terdampak intensitas baku tembak.

Keterbatasan dalam menyediakan bantuan kemanusiaan dan dukungan kepada mereka disebabkan oleh kendala keamanan, aksesibilitas, dan pendanaan, tambahnya.

Imran Riza, Koordinator Kemanusiaan di Lebanon, mengungkapkan kekhawatiran terkait eskalasi permusuhan baru-baru ini di wilayah selatan. "Hilangnya nyawa warga sipil sangat menyedihkan. Aturan perang harus dijunjung tinggi; semua pihak wajib melindungi warga sipil," tegas Riza dalam pernyataannya.

Sebanyak 39 warga sipil dilaporkan tewas dalam empat bulan terakhir di Lebanon selatan, menurut Kantor Hak Asasi Manusia PBB.

Ketegangan meningkat di sepanjang perbatasan antara Lebanon dan Israel akibat baku tembak antara pasukan Israel dan Hizbullah. Konflik ini menjadi yang paling mematikan sejak perang penuh skala pada 2006.

Ketegangan di perbatasan terjadi bersamaan dengan serangan militer Israel di Jalur Gaza, yang menelan korban lebih dari 28.650 jiwa setelah serangan lintas batas oleh kelompok Palestina, Hamas, pada 7 Oktober.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait