Market Hari Ini 19 Dec 2025 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

PEFINDO Nilai BMRI Berdaya Tahan, Peringkat idAAA Dipertahankan

Di sisi lain, PEFINDO menetapkan peringkat idAA untuk instrumen Medium-Term Notes (MTN) Subordinasi II

(PEFINDO) kembali meneguhkan peringkat tertinggi idAAA dengan prospek stabil bagi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

Ilustrasi Bank Mandiri. Foto: Dok BMRI
Ilustrasi Bank Mandiri. Foto: Dok BMRI

KABARBURSA.COM - PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) kembali meneguhkan peringkat tertinggi idAAA dengan prospek stabil bagi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Penegasan ini mencakup pula Obligasi Keberlanjutan (Sustainability Bond) Berkelanjutan I dengan nilai maksimal mencapai Rp20 triliun.

Di sisi lain, PEFINDO menetapkan peringkat idAA untuk instrumen Medium-Term Notes (MTN) Subordinasi II. Prospek stabil yang melekat pada peringkat korporasi tersebut mencerminkan ketahanan fundamental Bank Mandiri, yang ditopang oleh posisi bisnis yang dominan, struktur permodalan yang sangat kokoh, serta profil likuiditas yang terjaga.

Peringkat idAAA merefleksikan kapasitas Bank Mandiri yang berada pada tingkat superior dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang, jika dibandingkan dengan mayoritas emiten di Indonesia, ujar analis PEFINDO, Hasnalia Hanifah, dalam keterangan di Jakarta, Kamis 18 Desember 2025.

Hasnalia menambahkan, outlook stabil juga menggambarkan keyakinan PEFINDO terhadap kuatnya dukungan Pemerintah Indonesia sebagai pemegang saham pengendali. Negara menguasai sekitar 52 persen saham Bank Mandiri, menjadikan bank pelat merah ini memiliki bantalan kepercayaan yang solid di mata pasar.

Dari sisi kinerja, Bank Mandiri mencatatkan total aset sebesar Rp2.514,7 triliun per Juni 2025, dengan laba bersih mencapai Rp24,5 triliun. Kualitas aset tetap terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) yang berada di level 1,2 persen. Pada saat yang sama, rasio kecukupan modal (CAR) tercatat kuat di angka 19,4 persen.

PEFINDO juga mengingatkan bahwa tekanan terhadap peringkat dapat muncul apabila dukungan pemerintah melemah atau apabila profil kredit mandiri Bank Mandiri mengalami penurunan, terutama di tengah lanskap persaingan perbankan yang semakin intens dan dinamika makroekonomi yang menantang.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait