Market Hari Ini 18 Mar 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Peluang Batu Bara Bangkit Usai Turun Harga 2,5 persen Pekan Lalu

Peluang Batu Bara Bangkit Usai Turun Harga 2,5 persen Pekan Lalu
Peluang Batu Bara Bangkit Usai Turun Harga 2,5 persen Pekan Lalu

KABARBURSA.COM - Harga batu bara mengalami penurunan pada perdagangan akhir pekan lalu, dengan koreksi harga terjadi sepanjang minggu tersebut.

Pada Jumat, 15 Maret 2024, harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman Maret tercatat sebesar US$131 per ton. Ini menunjukkan penurunan sebesar 0,38persen dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Selama pekan tersebut, harga batu bara mengalami penurunan sebesar 2,53persen secara point-to-point.

Berita yang kurang menguntungkan bagi pasar batu bara datang dari China. Bloomberg News melaporkan bahwa Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Batu Bara China, Zhang Hong, menyatakan bahwa konsumsi batu bara di China telah mendekati puncaknya.

“Permintaan batu bara sudah dekat dengan ‘jurang’. Namun perannya masih fundamental untuk mendukung ketahanan energi dalam waktu dekat,” kata Zhang.

Ke depan, lanjut Zhang, batu bara akan kian tergantikan oleh sumber energi terbarukan seperti angin dan matahari (solar). Sementara permintaan batu bara dari industri baja menurun seiring krisis yang masih menghantui sektor properti.

Tahun lalu, konsumsi batu bara China naik 5,6persen. Presiden Xi Jinping berjanji penggunaan batu bara akan mulai berkurang pada 2026.

Dilihat dari segi teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), harga batu bara masih menunjukkan kecenderungan bullish. Hal ini dapat diamati dari nilai Relative Strength Index (RSI) yang mencapai 61,66. Ketika RSI berada di atas 50, itu menandakan bahwa aset tersebut sedang dalam posisi bullish.

Sementara itu, indikator Stochastic RSI saat ini berada di 58,67, masih jauh dari area overbought di atas 80, sehingga masih ada ruang untuk akumulasi.

Dengan demikian, terdapat kemungkinan bahwa harga batu bara akan mengalami kenaikan. Target resisten terdekat berada di sekitar US$133 per ton. Jika harga berhasil menembus level tersebut, maka target berikutnya dapat berada di sekitar US$135 per ton.

Di sisi lain, target support terdekat terletak di sekitar US$129 per ton. Jika harga menembus level ini, kemungkinan harga akan turun menuju sekitar US$126 per ton.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait