Market Hari Ini 20 Feb 2024 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Tim Editorial

Pemantauan Hilal Awal Ramadhan Digelar di 134 titik

Pemantauan Hilal Awal Ramadhan Digelar di 134 titik
Pemantauan Hilal Awal Ramadhan Digelar di 134 titik

KABARBURSA.COM - Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan rencananya untuk melaksanakan pemantauan hilal (rukyatul hilal) awal Ramadhan 1445 Hijriah/2024 Masehi di 134 titik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

"Dengan tekad bulat, kami memutuskan akan menggelar rukyatul hilal di 134 lokasi di seluruh wilayah Indonesia," ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib, di Jakarta, Selasa 20 Februari 2024.

Rukyatul hilal atau pemantauan hilal ini akan dilaksanakan oleh Kantor Wilayah Kemenag (Kanwil) dan Kemenag Kabupaten/Kota bekerja sama dengan Pengadilan Agama, organisasi masyarakat Islam, serta instansi lain di daerah setempat.

"Sidang isbat penetapan awal Ramadhan nantinya akan mempertimbangkan informasi awal berdasarkan hasil perhitungan astronomis atau hisab, serta hasil konfirmasi lapangan melalui mekanisme pemantauan hilal," ungkap Adib.

Secara hisab, Adib menyatakan bahwa semua sistem sepakat bahwa ijtimak menjelang Ramadhan jatuh pada Minggu, 10 Maret 2024 M atau bertepatan dengan 29 Syakban 1445 Hijriah.

Pada hari rukyat, 29 Syakban 1445 H, tinggi hilal pada saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia berkisar antara -0°20’ 1,2” sampai 0°52’ 5,4” dengan sudut elongasi antara 2°14’ 46,8” sampai 2°41’ 50,4”.

Sementara itu, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan pada Senin, 11 Maret 2024, berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid.

PP Muhammadiyah menyatakan bahwa pada hari Ahad, 29 Syakban 1445 Hijriah, ijtimak menjelang Ramadhan terjadi pada pukul 16:07:42 WIB.

Tinggi bulan pada saat matahari terbenam di Yogyakarta adalah +00° 56' 28'' (hilal sudah wujud).

Pada saat matahari terbenam, Ahad, 10 Maret 2024, di wilayah Indonesia bulan berada di atas ufuk (hilal sudah wujud), kecuali di wilayah Maluku Utara dan Papua.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait