Market Hari Ini 03 Feb 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Pembangkit Nuklir Ditutup di 7 Negara, RI Malah Akan Bangun

Pembangkit Nuklir Ditutup di 7 Negara, RI Malah Akan Bangun
Pembangkit Nuklir Ditutup di 7 Negara, RI Malah Akan Bangun

KABARBURSA.COM - Pembangkit nuklir ditutup di sejumlah negara, sedangkan Indonesia berencana untuk mengembangkannya. Pemerintah Indonesia merencanakan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dan telah membentuk tim percepatan pembangunan PLTN.

Meskipun demikian, sejumlah negara Eropa, seperti Jerman, telah menghentikan produksi listrik dari pemangkit nuklir sejak April 2023. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan keamanan dan untuk menghindari peningkatan limbah radioaktif.

Juru bicara Kementerian Federal untuk Lingkungan Hidup, Konservasi Alam, Keselamatan Nuklir, dan Perlindungan Konsumen di Jerman, menekankan bahwa risiko tenaga nuklir pada akhirnya tidak dapat dikendalikan. Dia menyatakan bahwa tidak ada asuransi di dunia yang dapat menanggung potensi kerusakan besar akibat kecelakaan nuklir.

Sementara itu, di Indonesia, rencana pembangunan PLTN termasuk dalam pembaruan Peraturan Pemerintah Kebijakan Energi Nasional (KEN). Revisi RPP KEN menyatakan bahwa nuklir setara dengan energi baru dan terbarukan lainnya. Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN), Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa nuklir bukan lagi pilihan terakhir dalam Energi Baru Terbarukan (EBT).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyusun draf Badan Pelaksana Program Energi Nuklir (NEPIO), dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan ditunjuk sebagai Ketua Tim Percepatan Pembangunan PLTN.

Sementara negara-negara Eropa seperti Italia, Portugal, Belgia, Spanyol, Swiss, dan Austria mulai meninggalkan era energi nuklir. Mereka menetapkan kebijakan penutupan atau penghentian penggunaan nuklir dengan berbagai alasan, termasuk keamanan energi dan kebijakan anti-nuklir.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait