Market Hari Ini 11 Mar 2024 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Tim Editorial

Pemerintah: 2023 Duit Terbuang Capai RP65 T di Jalan Macet

Pemerintah: 2023 Duit Terbuang Capai RP65 T di Jalan Macet
Pemerintah: 2023 Duit Terbuang Capai RP65 T di Jalan Macet

KABARBURSA.COM - Macet Jadi Masalah Utama di Indonesia. Dari Ibu Kota hingga kota besar lainnya. Akibatnya, kerugian material ikut terdampak. Lintas sektor, tak hanya ekonomi.

Tak sepenuhnya efek dapat dihitung secara langsung. Meski sejumlah konsultan dan beberapa lembaga. Beberapa faktor yang bisa dicatatkan merupakan biaya kecelakaan, perawatan kendaraan hingga biaya kesehatan. Datanya hanya melihat wilayah Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi atau biasa disingkat (Jabodetabek).

Pemerintah lewat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan total biaya akibat efek domino kemacetan. Tak tanggung-tanggung duit menguap capai Rp 65 triliun.

"Terkait dengan kerugian memang banyak faktor, misalnya sparepart-nya, bahan bakar yang dibeli berapa. Lalu waktu tunggunya berapa itu yang diperhitungkan ya terkait analisis yang akhirnya muncul tadi Rp 65 triliun," kata Kasubdit Angkutan Perkotaan, Dirjen Perhubungan Darat, Tonny Agus Setiono kepada wartawan setahun silam. Dikutip Jakarta, Senin 11 Maret 2024.

Dengan faktor-faktor seperti biaya spare part, pembelian bahan bakar, dan waktu tunggu yang diperhitungkan.

Selain itu, faktor-faktor lain yang mempengaruhi kerugian ekonomi juga terjadi, tetapi tidak dapat dijabarkan secara rinci, terutama terkait dengan kondisi di DKI Jakarta.

Tonny menyebut bahwa kemacetan membuat bahan bakar habis, dan ia memberikan contoh pengalaman pribadinya naik taksi yang mengalami kenaikan ongkos akibat macet.

Dia menilai bahwa biaya tambahan akibat kemacetan menjadi salah satu penyebab kerugian ekonomi yang signifikan.

Sementara itu, Kasubdit Pendanaan dan Pengawasan Angkutan BPTJ, Ghoefron Koerniawan, menambahkan bahwa kemacetan tidak hanya membuat bahan bakar terbuang. Tetapi juga menghasilkan emisi yang dapat mengganggu kesehatan dan menyebabkan kerugian pada komponen-komponen kendaraan.

Meskipun tidak semua faktor dapat dihitung secara langsung, konsultan dan beberapa lembaga telah menghitung bahwa kerugian ekonomi akibat kemacetan mencapai Rp 65 triliun di wilayah Jabodetabek setiap tahunnya.

Faktor-faktor yang dihitung meliputi biaya kecelakaan, perawatan kendaraan, dan biaya kesehatan.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait