Market Hari Ini 05 Jan 2026 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

Penangkapan Maduro Tekan Rupiah di Awal Pekan

Penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, disebut menjadi katalis yang memantik kekhawatiran geopolitik

Nilai tukar rupiah diproyeksikan membuka pekan dengan kecenderungan melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Tekanan datang dari lanskap sentimen global yang me

Ilustrasi Mata Uang Garuda. Foto: Dok KabarBursa.com
Ilustrasi Mata Uang Garuda. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Nilai tukar rupiah diproyeksikan membuka pekan dengan kecenderungan melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Tekanan datang dari lanskap sentimen global yang memburuk, menyusul kabar penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh otoritas Amerika Serikat—sebuah peristiwa yang mengguncang persepsi stabilitas geopolitik.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah diperdagangkan di level Rp16.732 per dolar AS. Posisi ini menunjukkan depresiasi tipis sebesar 7 poin atau sekitar 0,04 persen dibandingkan penutupan perdagangan Jumat 2 Desember 2025 yang berada di Rp16.725 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menuturkan bahwa pelemahan rupiah merupakan respons pasar terhadap meningkatnya ketidakpastian global. Penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, disebut menjadi katalis yang memantik kekhawatiran geopolitik, sekaligus memperkeruh iklim investasi internasional.

Situasi tersebut berdampak langsung pada berkurangnya selera investor terhadap aset berisiko. Mata uang negara berkembang pun tak luput dari tekanan. Menurut Lukman, pergerakan rupiah pada hari ini diperkirakan berada dalam rentang Rp16.650 hingga Rp16.800 per dolar AS, ujarannya saat dihubungi Ipotnews pada pagi hari.

Peristiwa yang menjadi sorotan terjadi pada dini hari Sabtu (3/1), ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menangkap Nicolas Maduro beserta keluarganya. Operasi penangkapan di kediaman Maduro itu disebut berlangsung dramatis, disertai ledakan yang dipicu di ibu kota Venezuela, Caracas.

Mengacu pada laporan Wall Street Journal, Trump bersama para penasihat utamanya telah berbulan-bulan memberi sinyal mengenai rencana menggulingkan Maduro. Namun, ketika Operasi Absolute Resolve benar-benar dilancarkan, baik Washington maupun Caracas dibuat terperangah oleh intensitas dan kecepatan serangan yang terjadi.

Sejumlah pejabat militer mengingatkan bahwa satu kesalahan kecil dalam misi kompleks tersebut berpotensi berujung pada kegagalan yang mencoreng reputasi. Meski demikian, tuduhan utama terhadap Maduro berakar pada klaim keterlibatannya dalam pengedaran kokain dan narkotika, yang dinilai mengancam keamanan nasional.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait