Market Hari Ini 21 Jan 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Pendapatan ARTI Susut 67 Persen, Kontrak Rig Berakhir

Berakhirnya kontrak penyewaan rig dan peralatan migas membuat pendapatan ARTI turun tajam sepanjang 2024.

Pendapatan ARTI turun 67 persen menjadi Rp37 miliar pada 2024 setelah kontrak rig berakhir. Manajemen memaparkan komposisi bisnis dan upaya mencari kontrak baru

PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) mencatat penurunan signifikan pendapatan sepanjang tahun buku 2024. (Foto: Dok. Ratu Prabu Energi)
PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) mencatat penurunan signifikan pendapatan sepanjang tahun buku 2024. (Foto: Dok. Ratu Prabu Energi)

Daftar Isi

  1. 01 Dominasi HWO dan Upaya Mendapatkan Kontrak Baru

KABARBURSA.COM – PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) mencatat penurunan signifikan pendapatan sepanjang tahun buku 2024. Dalam Paparan Publik Tahunan yang digelar Senin, 19 Januari 2026, Perseroan menyampaikan pendapatan bersih turun menjadi sekitar Rp37 miliar, dari Rp115 miliar pada tahun sebelumnya.

Corporate Secretary Ratu Prabu Energi, MDJ Thomas Say, menjelaskan bahwa penurunan pendapatan tersebut terutama disebabkan oleh berakhirnya sejumlah kontrak penyewaan rig dan peralatan minyak yang sebelumnya menjadi kontributor utama pendapatan Perseroan.

“Penurunan pendapatan terjadi karena beberapa kontrak penyewaan rig dan peralatan minyak telah berakhir,” ujar MDJ Thomas Say, seperti dikutip dari paparan publik, Rabu, 21 Januari 2026.

Berdasarkan pemaparan manajemen, penurunan tersebut setara dengan sekitar 67,705 persen secara tahunan. Kondisi ini membuat aktivitas usaha Perseroan sepanjang 2024 berjalan dalam skala yang lebih terbatas dibandingkan periode sebelumnya.

Dominasi HWO dan Upaya Mendapatkan Kontrak Baru

Dalam Paparan Publik, Perseroan juga memaparkan komposisi kontribusi pendapatan berdasarkan lini usaha. Sepanjang 2024, segmen HWO tercatat menjadi penyumbang terbesar dengan porsi sekitar 91,67 persen dari total pendapatan. Sementara itu, segmen TSD memberikan kontribusi sekitar 8,33 persen.

Thomas menyampaikan bahwa struktur pendapatan tersebut mencerminkan ketergantungan Perseroan terhadap kegiatan penyewaan rig dan peralatan pendukung migas. Untuk mengatasi berakhirnya kontrak-kontrak tersebut, Perseroan saat ini tengah mengupayakan perolehan pekerjaan baru.

“Perseroan berupaya memperoleh kontrak baru, salah satunya dengan melengkapi komponen rig yang dimiliki agar dapat kembali disewakan,” pungkas Thomas.

Manajemen menjelaskan bahwa upaya melengkapi komponen rig tersebut dilakukan agar aset Perseroan dapat memenuhi kebutuhan teknis calon pengguna jasa. Hingga Paparan Publik diselenggarakan, Perseroan belum menyampaikan adanya kontrak baru yang telah ditandatangani.

Penurunan pendapatan ini juga disampaikan bersamaan dengan pemaparan kondisi keuangan Perseroan secara umum, termasuk tekanan pada struktur permodalan dan upaya manajemen untuk menjaga keberlangsungan usaha di tengah terbatasnya aktivitas kontrak penyewaan rig. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait