Market Hari Ini 12 Mar 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Pendapatan GOTO Tumbuh di 2025, tapi Masih Catat Kerugian

Direktur / Sekretaris Perusahaan GOTO, R.A. Koesoemohadiani mengatakan pendapatan itu sejalan dengan meningkatnya jumlah pengguna yang bertransaksi tahunan (ATU) grup sebesar 24 persen Year on Year (YoY) menjadi 66 juta pengguna

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membukukan pendapatan sebesar Rp18,32 triliun sepanjang 2025

Logo GOTO (Foto: Dok. GoTo)
Logo GOTO (Foto: Dok. GoTo)

Daftar Isi

  1. 01 Prospek Tahun 2026

KABARBURSA.COM - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membukukan pendapatan sebesar Rp18,32 triliun sepanjang 2025. Catatan ini meningkat dibanding periode 2024 yang sebesar Rp15,89 triliun.

Direktur / Sekretaris Perusahaan GOTO, R.A. Koesoemohadiani mengatakan pendapatan itu sejalan dengan meningkatnya jumlah pengguna yang bertransaksi tahunan (ATU) grup sebesar 24 persen Year on Year (YoY) menjadi 66 juta pengguna.

EBITDA Grup yang disesuaikan mencapai Rp2 triliun untuk tahun buku 2025, mencerminkan peningkatan 544 persen YoY, melampaui pedoman Perseroan sebesar Rp1,8-1,9 triliun.

Secara keseluruhan, GOTO sukses memotong rugi tahun berjalan menjadi Rp1,50 triliun. Nilai ini jauh menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp5,46 triliun

Sementara itu, GOTO mencatat rugi tahun berjalan yang diatribusikan kepada entitas induk menyusut menjadi Rp1,18 triliun, lebih rendah dibanding tahun 2024 yang sebesar Rp5,15 triliun.

Di sisi lain, GOTO membukukan arus kas bebas yang disesuaikan sebesar Rp748 miliar pada kuartal IV 2025 atau Rp966 miliar untuk tahun penuh. Imbalan jasa e-commerce dari PT Tokopedia mencapai Rp193 miliar pada kuartal IV, atau mencapai Rp820 miliar untuk setahun penuh.

Prospek Tahun 2026

Koesoemohadiani mengatakan Perseroan memperkirakan percepatan pertumbuhan dan peningkatan profitabilitas sepanjang tahun 2026 dengan memanfaatkan ekosistem yang bisa memberikan solusi atas permasalahan sehari-hari pelanggan, dan terus berinvestasi ke kapabilitas yang penting untuk mendukung hal tersebut.

Untuk periode tahun penuh 2026, saat ini Perseroan memperkirakan:

● EBITDA Grup yang disesuaikan berada di kisaran Rp3,2 triliun - Rp3,4 triliun.

● EBITDA yang disesuaikan untuk unit usaha Financial Technology berada di kisaran Rp1,4 - Rp1,5 triliun.

● EBITDA yang disesuaikan untuk unit usaha On-Demand Services berada di kisaran Rp1,7 - Rp1,8 triliun.

"Prospek ini didasarkan pada kondisi pasar saat ini dan mencerminkan perkiraan awal Perseroan, yang seluruhnya bergantung pada berbagai ketidakpastian dan risiko termasuk meningkatnya persaingan pasar, inflasi biaya, kondisi perekonomian makro, dan variabel lainnya," pungkas Koesoemohadiani. (*)
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait