Market Hari Ini 18 Feb 2026 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

Pengamat Prediksi Harga Emas Dunia Bisa Tembus USD6.500

Harga emas diprediksi menguat dipicu ketegangan geopolitik dan peluang penurunan suku bunga AS.

Harga emas dunia diproyeksi menguat hingga USD6.500 didorong geopolitik dan kebijakan suku bunga AS.

Ilustrasi kenaikan harga emas dunia yang diprakirakan dapat mencapai level USD6.500. Foto: dok KabarBursa.com
Ilustrasi kenaikan harga emas dunia yang diprakirakan dapat mencapai level USD6.500. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Harga emas dunia diprediksi terus menguat hingga menyentuh ke level USD6.500. Meroketnya harga emas disinyalir karena sentimen geopolitik dan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menuturkan, harga emas dunia memprakirakan harga emas dunia berpotensi melanjutkan penguatan yang signifikan.

“Hingga akhir tahun, tidak menutup kemungkinan harga emas dapat menguat hingga ke level USD6.500 per troy once,” kata Ibrahim dalam keterangan tertulis, Minggu, 17 Februari 2026.

Ibrahim mengungkapkan, level support pertama harga emas dunia dapat menyentuh angka USD4.947 per troy ounce. Menurutnya, lonjakan ini dapat mengerek harga emas domestik hingga menyentuh angka Rp2,92 juta per gram.

Begitu juga untuk harga emas domestik pada perdagangan 16-20 Februari 2026 dapat bergerak menguji level resistance di angka Rp3 juta per gram. Jika harga emas terus menguat, lanjut Ibrahim, harga emas domestik bisa menyentuh angka Rp3,15 juta per gram.

Ibrahim menjelaskan, sentimen utama yang mengerek harga emas dunia dan domestik adalah lonjakan ketegangan di Timur Tengah. Peningkatan eskalasi geopolitik menjadi faktor paling dominan yang menggerakkan harga pasar.

Ia menilai pengerahan kapal induk kedua Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford, ke kawasan tersebut menandakan potensi eskalasi militer yang kian serius. Kondisi ini, kata dia, berisiko memperbesar ketidakpastian global sehingga investor cenderung memindahkan portofolio mereka ke emas sebagai instrumen safe-haven.

Di sisi lain, perlambatan inflasi inti Amerika Serikat pada Januari 2026 yang tercatat 2,4 perse membuka ruang bagi The Fed untuk kembali menurunkan suku bunga, sebuah kondisi yang biasanya memberi dorongan bagi harga emas seiring melemahnya indeks dolar AS.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait