Market Hari Ini 13 Feb 2026 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Moh. Alpin Pulungan

Pengendali IRSX Borong Saham, Dana Tembus Rp129 Miliar

Pengendali IRSX menambah kepemilikan lewat dua transaksi jumbo, mendorong porsi saham naik hingga 58,80 persen.

Pengendali IRSX borong saham Rp129 miliar, kepemilikan naik jadi 58,80 persen dan berpotensi menekan free float.

Ilustrasi aksi borong saham sebesar Rp129 miliar. Foto: dok KabarBursa.com
Ilustrasi aksi borong saham sebesar Rp129 miliar. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Pemegang saham pengendali PT Folago Global Nusantara Tbk atau dalam kode saham IRSX kembali tancap gas di pasar modal.

PT Matra Tri Abadi tercatat melakukan aksi borong saham dalam dua transaksi besar di pasar reguler dengan total dana yang dikucurkan melampaui Rp129 miliar. 

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan, transaksi terbaru dilakukan pada 12 Februari 2026.

Dalam aksi ini, PT Matra Tri Abadi membeli sebanyak 113.190.000 lembar saham dengan harga pelaksanaan Rp570 per saham, sehingga nilai transaksi mencapai sekitar Rp64,51 miliar.

Aksi tersebut melanjutkan pembelian sebelumnya, ketika pengendali mengakumulasi 129.673.000 lembar saham pada harga Rp500 per saham atau senilai sekitar Rp64,83 miliar. Dengan demikian, total dana yang telah digelontorkan untuk dua transaksi ini menembus lebih dari Rp129 miliar.

Rangkaian pembelian tersebut berdampak langsung pada struktur kepemilikan. Sebelum transaksi, porsi kepemilikan PT Matra Tri Abadi berada di kisaran 54,88 persen.

Setelah transaksi pertama, kepemilikan naik menjadi 3.529.673.000 lembar saham atau setara dengan 56,98 persen hak suara. Posisi ini kembali menguat setelah transaksi 12 Februari 2026, dengan total kepemilikan mencapai 3.642.863.000 lembar saham atau setara 58,80 persen hak suara. 

Dalam laporan resminya, manajemen menyatakan bahwa tujuan transaksi dilakukan untuk penambahan kepemilikan saham dengan status kepemilikan langsung.

Sebagai pemegang saham pengendali, PT Matra Tri Abadi juga menegaskan komitmennya untuk tetap mempertahankan pengendalian atas perseroan. Sinyal ini kerap ditafsirkan pelaku pasar sebagai bentuk keyakinan internal terhadap prospek jangka panjang emiten.

Menilik laporan keuangan dan data pasar terbaru, struktur permodalan IRSX mencerminkan karakter emiten dengan free float yang relatif besar.

Current share outstanding perseroan tercatat sekitar 3,748 miliar lembar saham. Dari jumlah tersebut, namun data saham yang beredar di publik atau free float masih berada di kisaran 620 juta lembar saham atau setara sekitar 45,12 persen.

Dengan harga saham di kisaran 610, kapitalisasi pasar IRSX diperkirakan berada pada level triliunan rupiah, mencerminkan valuasi yang masih atraktif di mata investor yang memburu saham-saham dengan potensi pertumbuhan dan volatilitas tinggi.

Berdasarkan laporan itu, komposisi pemegang saham, sebelum rangkaian aksi borong ini, PT Matra Tri Abadi tercatat menguasai sekitar 3,40 miliar lembar saham atau setara 54,883 persen, sementara masyarakat non warkat menguasai sekitar 2,80 miliar lembar saham atau setara 45,117 persen.

Dengan tambahan akumulasi yang dilakukan sepanjang Februari 2026, porsi kepemilikan pengendali dipastikan kian menguat, sementara porsi publik berpotensi menyusut secara bertahap seiring berjalannya transaksi akumulasi di pasar reguler.

Dari sisi pergerakan harga, saham IRSX pagi ini menguat ke level 610. Dalam sepekan terakhir, saham ini sempat menyentuh level 655. Sepanjang tahun 2026, pergerakan harga IRSX cukup volatil dengan level tertinggi mencapai 789 dan terendah di 486.

Dinamika harga ini membuat IRSX masuk dalam watchlist banyak pelaku pasar, khususnya trader jangka pendek yang memanfaatkan momentum volatilitas, serta investor yang mencermati pergerakan pemegang saham pengendali sebagai sinyal sentimen internal.

Aksi agresif pemegang saham pengendali dalam memborong saham sering kali dibaca sebagai sinyal kepercayaan terhadap valuasi saham yang dinilai masih berada di bawah nilai intrinsik.

Di sisi lain, meningkatnya porsi kepemilikan pengendali juga berdampak pada menyusutnya saham beredar di publik, yang berpotensi memengaruhi likuiditas dan sensitivitas pergerakan harga di pasar.

Dengan kepemilikan yang kini mendekati 59 persen, arah kebijakan strategis perseroan akan semakin terkonsentrasi di tangan pengendali.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait