Market Hari Ini 26 Feb 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Penjualan AVIA Tembus Rp8,12 Triliun, EBITDA Rp2,21 Triliun

Laba bersih mencapai Rp1,74 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan segmen architectural solutions dan ekspansi distribusi.

AVIA bukukan penjualan Rp8,12 triliun dan EBITDA Rp2,21 triliun pada 2025, dengan laba bersih Rp1,74 triliun.

Manajemen AVIA menyatakan kinerja tersebut berada di kisaran atas panduan. (Foto: Dok. Avia Avian)
Manajemen AVIA menyatakan kinerja tersebut berada di kisaran atas panduan. (Foto: Dok. Avia Avian)

KABARBURSA.COM – PT Avia Avian Tbk (AVIA) membukukan penjualan Rp8,12 triliun pada 2025, tumbuh 8,7 persen secara tahunan. EBITDA tercatat Rp2,21 triliun dengan margin 27,2 persen.

Manajemen AVIA menyatakan kinerja tersebut berada di kisaran atas panduan yang ditetapkan meski kondisi pasar relatif lunak sepanjang tahun. Penjualan konsolidasi meningkat dibandingkan 2024 yang sebesar Rp7,47 triliun.

Laba bersih perseroan mencapai Rp1,74 triliun atau naik 4,8 persen dari Rp1,66 triliun pada tahun sebelumnya. Margin laba bersih berada di level 21,5 persen.

Dari sisi profitabilitas, laba kotor tercatat Rp3,58 triliun dengan margin 44 persen. EBITDA meningkat dari Rp2,03 triliun pada 2024 menjadi Rp2,21 triliun pada 2025.

Segmen architectural solutions masih menjadi kontributor utama dengan penjualan Rp6,29 triliun atau tumbuh 7,6 persen. Segmen trading goods mencatat penjualan Rp1,83 triliun atau naik 12,8 persen.

Margin kotor architectural solutions tercatat 51,6 persen, sementara trading goods berada di level 18 persen. Komposisi penjualan 2025 terdiri atas 77 persen architectural solutions dan 23 persen trading goods.

Pada kuartal IV 2025, penjualan tercatat Rp2,20 triliun dengan laba kotor Rp1,03 triliun. Margin kotor kuartalan mencapai 47,1 persen.

Jumlah pelanggan meningkat menjadi 60.109 outlet dari 58.600 outlet pada 2024. Perseroan juga menambah lima distribution center sepanjang tahun sehingga total menjadi 182 pusat distribusi.

Infrastruktur distribusi tersebut mendukung sekitar 19.000 pengiriman per hari. Tingkat pemenuhan layanan satu hari mencapai sekitar 90 persen untuk outlet dalam radius 50 kilometer dari distribution center milik perseroan.

Sepanjang 2025, AVIA meluncurkan 12 produk baru di segmen architectural solutions. Perseroan juga mulai mendistribusikan produk Dextone sejak Mei 2025 dan memperluas penawaran melalui brand DexBond pada kuartal IV.

Dari sisi biaya, rasio total biaya terhadap penjualan tercatat 76,3 persen, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan melakukan dua kali penyesuaian harga untuk mengimbangi tekanan nilai tukar dan kenaikan biaya produksi.

Arus kas bebas tercatat Rp1,05 triliun pada 2025. Belanja modal mencapai Rp484 miliar atau setara 6 persen dari penjualan.

AVIA juga melanjutkan program pembelian kembali saham tahap kedua dengan alokasi maksimal Rp1 triliun. Hingga Desember 2025, realisasi pembelian mencapai sekitar 85 persen dari jumlah saham maksimum yang disetujui dengan penggunaan dana sekitar 54 persen dari total alokasi.

Untuk 2026, perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan 6 hingga 10 persen secara nilai dan 4 hingga 8 persen secara volume. Strategi yang disiapkan meliputi peluncuran produk baru, ekspansi jaringan distribusi, penguatan program loyalitas, serta optimalisasi sistem teknologi informasi. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait