Market Hari Ini 01 Feb 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Penjualan Emas Antam (ANTM) Tembus 37.406 Kg Sepanjang 2025

Volume penjualan emas ANTAM meningkat sepanjang 2025, ditopang permintaan ritel domestik melalui jaringan Logam Mulia.

Penjualan emas ANTAM mencapai 37.406 kg sepanjang 2025, meningkat dibanding tahun sebelumnya seiring kuatnya permintaan ritel domestik.

(Foto: Dok. Antam)
(Foto: Dok. Antam)

KABARBURSA.COM – Penjualan emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam sepanjang 2025 mencapai 37.406 kilogram, mencatatkan volume penjualan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir seiring kuatnya permintaan domestik terhadap produk logam mulia.

Berdasarkan laporan kinerja keuangan untuk periode dua belas bulan yang berakhir 31 Desember 2025, volume penjualan emas tersebut meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang tercatat 31.475 kilogram. 

Peningkatan penjualan terjadi di tengah volatilitas pasar keuangan global dan tingginya minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai.

Manajemen ANTM dalam keterbukaan informasi menyampaikan bahwa kinerja penjualan emas sepanjang 2025 ditopang oleh permintaan ritel yang tetap solid, khususnya melalui jaringan penjualan Logam Mulia ANTAM di dalam negeri. Distribusi produk emas dilakukan melalui butik Logam Mulia, mitra penjualan resmi, serta kanal digital yang terus diperluas.

Pada kuartal IV 2025, penjualan emas tercatat sebesar 9.450 kilogram, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 7.731 kilogram. Peningkatan tersebut sejalan dengan pola musiman permintaan emas menjelang akhir tahun serta dinamika harga emas global.

Selain dari sisi volume penjualan, ANTM juga mencatatkan produksi emas sebesar 1.085 kilogram sepanjang 2025. Produksi emas tersebut berasal dari tambang emas perusahaan yang berlokasi di Pongkor dan Cibaliung, serta dari kegiatan pengolahan dan pemurnian emas.

ANTM menyampaikan bahwa kebutuhan pasokan emas untuk memenuhi penjualan ritel tidak hanya bersumber dari produksi internal, tetapi juga berasal dari pembelian bahan baku emas dari pihak ketiga, sesuai dengan pola bisnis logam mulia perusahaan.

Sepanjang 2025, bisnis emas tetap menjadi salah satu kontributor utama terhadap kinerja operasional ANTM. Penjualan emas ritel disebut memberikan arus kas yang stabil di tengah fluktuasi kinerja komoditas tambang lainnya.

Sebagai emiten pertambangan mineral logam, ANTM menjalankan kegiatan usaha pada komoditas emas, nikel, bauksit, serta pengolahan dan pemurnian mineral. Produk emas perusahaan dipasarkan dalam berbagai ukuran dan bentuk, mulai dari emas batangan hingga produk khusus dengan desain tematik.

Hingga akhir Desember 2025, saham ANTM tercatat sebagai salah satu saham pertambangan dengan likuiditas tinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI), seiring tingginya minat investor terhadap sektor komoditas logam mulia. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait