Market Hari Ini 26 Feb 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Penjualan Honda 2024 Anjlok 26{ebdbbc6e6776edee5015c7a1b8b6f85fb1398462916d4269298bb0b7121d79da}, Ternyata ini Penyebabnya

Penjualan Honda 2024 Anjlok 26{ebdbbc6e6776edee5015c7a1b8b6f85fb1398462916d4269298bb0b7121d79da}, Ternyata ini Penyebabnya
Penjualan Honda 2024 Anjlok 26{ebdbbc6e6776edee5015c7a1b8b6f85fb1398462916d4269298bb0b7121d79da}, Ternyata ini Penyebabnya

KABARBURSA.COM-Menurut data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil dari pabrik ke diler pada Januari 2024 hanya mencapai 69.619 unit, menurun tajam dari angka pada Januari 2023 yang mencapai 94.270 unit, mewakili penurunan sebesar 24.651 unit atau 26,14 persen secara tahunan. Dibandingkan dengan penjualan Desember 2023 yang mencapai 85.284 unit, terjadi penurunan sekitar 18,36 persen atau 15.665 unit.

Sales & Marketing and Aftersales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billymengakui bahwa tahun ini industri otomotif dimulai dengan tantangan yang signifikan. "Pesanan mobil pada bulan Februari 2024 juga tergolong rendah," ujarnya dikutip Senin 26 Februari 2024.

Alasan di balik penurunan ini, menurut Billy, mungkin terkait dengan ketidakpastian seputar Pemilihan Umum (Pemilu), apakah akan dilakukan satu putaran atau dua putaran. Isu ini memiliki dampak signifikan tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga global.

"Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa penjualan mobil di DKI Jakarta masih dalam kondisi yang relatif stabil, terutama dengan adanya pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024 yang diadakan setelah Pemilu. Dengan berakhirnya IIMS 2024 dan kejelasan hasil Pemilu pada Maret 2024, ia memprediksi bahwa industri otomotif akan mulai pulih," bebernya.

Billy menambahkan bahwa selama delapan hari pameran, penjualan mobil meningkat sebesar 20 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Sangat perlunya memantau situasi secara keseluruhan di tingkat nasional yang mengalami perlambatan sebesar 15-20 persen pada bulan Februari 2024," pungkasnya.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait