Market Hari Ini 19 Mar 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Penjualan Nikel Ngebut, Laba DKFT 2025 Lompat 38 Persen

Kenaikan penjualan nikel dan efisiensi biaya mendorong lonjakan kinerja di tengah produksi yang relatif datar.

DKFT catat laba Rp574 miliar naik 38 persen pada 2025 meski produksi relatif stagnan.

PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mencatat laba bersih Rp574,39 miliar pada 2025. (Foto: Dok. Central Omega Resources)
PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mencatat laba bersih Rp574,39 miliar pada 2025. (Foto: Dok. Central Omega Resources)

KABARBURSA.COM – PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mencatat laba bersih Rp574,39 miliar pada 2025, meningkat 38,44 persen year on year (yoy). Kinerja ini ditopang kenaikan volume penjualan bijih nikel dan efisiensi operasional.

Direktur Central Omega Resources Feni Silviani Budiman menyatakan pertumbuhan tersebut berasal dari kombinasi strategi pasar dan pengelolaan biaya. Ia menyebut penetrasi pasar yang agresif dan efisiensi operasional menjadi faktor utama peningkatan kinerja.

“Pencapaian ini merupakan hasil sinergi antara penetrasi pasar yang agresif dan efisiensi operasional yang ketat,” ujar Feni, dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis, 19 Maret 2026.

Produksi bijih nikel tercatat 2,92 juta ton pada 2025, relatif stabil dibandingkan 2,95 juta ton pada 2024. Sementara penjualan meningkat 16,60 persen menjadi 3,03 juta ton.

Selain nikel, lini batu kapur juga mencatat pertumbuhan. Produksi batu kapur mencapai 418.838 ton, naik 165,79 persen, sedangkan penjualan meningkat 73,96 persen menjadi 252.734 ton.

Pendapatan DKFT tercatat Rp1,58 triliun pada 2025, meningkat 7,87 persen dibandingkan Rp1,46 triliun pada 2024. Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan volume penjualan.

Dari sisi profitabilitas, EBITDA mencapai Rp769,61 miliar, meningkat 37,07 persen dari Rp561,48 miliar. Laba usaha tercatat Rp550,01 miliar, naik 46,61 persen dari tahun sebelumnya.

Laba kotor meningkat menjadi Rp783,59 miliar dari Rp631,39 miliar. Sementara beban pokok penjualan turun menjadi Rp792,58 miliar dari Rp829,79 miliar.

Laba sebelum pajak tercatat Rp648,35 miliar, meningkat 26,18 persen. Beban pajak turun menjadi Rp75,07 miliar dari Rp101,87 miliar pada tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, total aset DKFT meningkat 21,58 persen menjadi Rp3,09 triliun. Total ekuitas naik 45,01 persen menjadi Rp1,23 triliun, sementara liabilitas meningkat 9,85 persen menjadi Rp1,86 triliun.

Kas dan setara kas tercatat Rp723,90 miliar, naik 39,78 persen. Total aset lancar meningkat 44,42 persen menjadi Rp1,45 triliun.

Manajemen menyatakan tingginya permintaan pasar serta stabilitas harga nikel global turut mendukung kinerja sepanjang 2025.

Perusahaan menegaskan komitmen untuk menjaga momentum pertumbuhan melalui optimalisasi operasional dan penguatan strategi pasar ke depan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait