Market Hari Ini 08 May 2024 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Perry Warjiyo: Naiknya BI Rate Sukses Bikin Rupiah Kuat

Perry Warjiyo: Naiknya BI Rate Sukses Bikin Rupiah Kuat
Perry Warjiyo: Naiknya BI Rate Sukses Bikin Rupiah Kuat

KABARBURSA.COM - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan keputusan pihaknya menaikan BI rate berhasil menstabilisasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Perry menjelaskan, kenaikan BI rate beberapa waktu lalu itu berhasil meningkatkan konfiden pasar maupun investor global.

"Keputusan menaikan BI rate menarik aliran modal asing. Semuanya dilakukan untuk memperkuat menstabilitas nilai tukar rupiah dan memastikan inflasi terkendali," ujar dia kepada media di kantornya, Jakarta, Rabu 8 Mei 2024.

Adapun menurut dia, aliran modal asing ditentukan beberapa faktor. Seperti yield differential, risk premium (premi risiko), dan prospek ekonomi.

Dengan aliran modal asing masuk, Perry berujar suplai dolar Indonesia menjadi bertambah serta confident investor dan pasar juga semakin kuat. Hal ini, lanjut dia, membuat nilai tukar rupiah semakin kuat.

"Karena kami percaya rupiah ini akan terus menguat sesuai fundamental," ujarnya.

Seperti diketahui pada 24 April 2024 lalu, BI mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) edisi April yang mengumumkan kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate itu.

“Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 23-24 April 2024 memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,25 persen, suku bunga Deposit Facility menjadi 5,5 persen, dan suku bunga Lending Facility menjadi 7 persen,” ungkap Perry saat itu.

Adapun langkah BI menaikan rate menjadi 6,25 persen untuk memperkuat stabilitas nilai tukar dan mengantisipasi dampak negatif dari situasi ekonomi global.

BI juga menaikkan suku bunga deposit facility sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen dan suku bunga lending facility sebesar 25 basis poin menjadi 7 persen.

Perry menjelaskan, bahwa langkah ini diambil untuk menjaga inflasi tetap dalam sasaran 2,5 plus minus satu persen pada tahun 2024 dan 2025 sejalan dengan kebijakan moneter yang pro-stability.

Direktur Riset Jasa Keuangan Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Etika Karyani mengatakan, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate sebesar 25 basis point (bps) menjadi 6,25 persen dinilai untuk menjaga aliran modal keluar asing (capital outflow).

"Kenaikan BI Rate itu membantu sentimen untuk menjaga capital outflow, khususnya di pasar modal Indonesia oleh investor asing," kata Etika dalam webinar CORE Indonesia Quarterly Review, Kamis, 25 April 2024.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait