KABARBURSA.COM-Menurut perkiraan Bank Dunia atau World Bank, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan hanya mencapai angka 4,9 persen.
Indira Maulani Hapsari, Ekonom Senior dari World Bank, menjelaskan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan ekonomi Indonesia tidak mencapai angka 5 persen adalah karena terjadi penurunan harga komoditas, yang pada gilirannya mempengaruhi kinerja ekspor dan impor.
"Harga komoditas yang mulai menghilang sebelumnya sudah mulai terasa di tingkat pertumbuhan yang cukup tinggi, sehingga hal ini cukup berdampak pada sektor eksternal kita, yaitu ekspor dan impor," ujar Indira dalam acara Economic Outlook 2024 pada Rabu, 7 Februari 2024.
Lebih lanjut, kata Indira, tahun ini, kinerja investasi Indonesia diperkirakan akan melambat karena momen pemilu. Namun, dia menegaskan bahwa perlambatan ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga dialami oleh negara-negara lain yang mengadakan pemilu.
"Investasi juga diperkirakan akan sedikit melambat, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di negara-negara lain yang mengadakan pemilihan umum," katanya.
Indira menambahkan bahwa inflasi kemungkinan besar akan tetap terkendali dan berada dalam target Bank Indonesia (BI). Namun, menurutnya, ruang lingkup kebijakan moneter BI akan semakin terbatas karena target inflasi juga semakin kecil.
"Jadi kita akan melihat bagaimana kebijakan akan berjalan ke depan untuk menjaga keseimbangan antara merespons perubahan ekonomi global namun juga mendukung pertumbuhan ekonomi secara lokal," tandas Indira.