Market Hari Ini 05 Apr 2024 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Tim Editorial

PLN IP Kebut Pembangunan PLTS 500 MW dari Proyek Hijaunesia

PLN IP Kebut Pembangunan PLTS 500 MW dari Proyek Hijaunesia
PLN IP Kebut Pembangunan PLTS 500 MW dari Proyek Hijaunesia

KABARBURSA.COM - PT PLN Indonesia Power (PLN IP) sedang mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 500 megawatt dari proyek Hijaunesia 2023 sebagai bagian dari dukungan Subholding Kelistrikan terhadap transisi energi dan target net zero emission (NZE) pada 2060.

Menurut Direktur Utama PLN Indonesia Power, Edwin Nugraha Putra, langkah korporasi ini telah menarik minat investor dalam pengembangan pembangkit listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT).

"Dalam proyek Hijaunesia 2023, PLN IP memprioritaskan pembangunan PLTS dan PLTB dengan total kapasitas 1.055 MW melalui skema strategic partnership," kata Edwin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat 5 April 2024.

Lebih lanjut, Edwin menyebut bahwa PLN IP tengah mempercepat pembangunan PLTS di lima lokasi berkapasitas 500 megawatt untuk mencapai target commercial operation date (COD) lebih cepat dari sebelumnya.

"Pembangunan PLTS ini menarik minat dari calon mitra dan kontraktor EPC, baik dari dalam negeri maupun Eropa," ungkap Edwin.

Selain itu, Edwin menegaskan bahwa PLN IP akan memperhatikan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sesuai regulasi yang berlaku untuk menciptakan dampak positif bagi industri dalam negeri.

"Hijaunesia 2023 menjadi langkah untuk membuka pasar investasi manufaktur solar PV dengan target TKDN 60 persen," tambahnya.

Proyek Hijaunesia 2023 juga merupakan komitmen PLN Indonesia Power dalam aspek environmental, social, and, governance (ESG), sambil berkontribusi pada pengurangan emisi CO2 sebesar dua juta ton hingga tahun 2028.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait