Market Hari Ini 13 Mar 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

PLN Suplai 1.009 GWh REC untuk Smelter Freeport hingga 2025

PLN Suplai 1.009 GWh REC untuk Smelter Freeport hingga 2025
PLN Suplai 1.009 GWh REC untuk Smelter Freeport hingga 2025

KABARBURSA.COM - PT PLN (Persero) telah menyuplai kebutuhan energi hijau pabrik pemurnian atau smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui Renewable Energy Certificate (REC) sebanyak 1.009.000 unit, setara dengan 1.009 GWh hingga tahun 2025.

Kerja sama ini merupakan kolaborasi lanjutan kedua belah pihak, yang dimulai sejak September 2023 ketika PLN memasok daya listrik untuk smelter PTFI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa REC adalah respons terhadap kebutuhan sektor industri dan bisnis dalam mendukung langkah dekarbonisasi. Ini sejalan dengan upaya mencapai target Net Zero Emissions (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.

"Kerja sama REC dengan Freeport ini semakin membuktikan komitmen kita dalam mencapai emisi nol pada tahun 2060," ujar Darmawan dalam keterangan tertulis, Selasa 12 Maret 2024.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur, Agus Kuswardoyo, menjelaskan bahwa REC adalah bentuk layanan PLN untuk memudahkan pelanggan mendapatkan pengakuan internasional atas penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang transparan, akuntabel, dan diakui secara global.

Setiap sertifikat REC membuktikan bahwa listrik per megawatt hour (MWh) yang digunakan berasal dari pembangkit EBT atau nonfosil.

"Kami menyambut positif kerja sama dengan PT Freeport Indonesia ini. Kami siap menyuplai REC sebesar 1.009 GWh kepada PT Freeport Indonesia hingga tahun 2025," kata Agus.

Dia juga menambahkan bahwa REC PLN merupakan produk hasil kerja sama dengan Clean Energy Investment Accelerator (CEIA).

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait