Market Hari Ini 26 Mar 2024 Penulis: Syahrianto Editor: Tim Editorial

Potensi Cuan UMKM Saat Mudik Bergulir

Potensi Cuan UMKM Saat Mudik Bergulir
Potensi Cuan UMKM Saat Mudik Bergulir

KABARBURSA.COM - Kepala Pusat Ekonomi Digital dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) INDEF Eisha Maghfiruha Rachbini mengatakan Ramadan dan lebaran Idulfitri tahun ini membuka peluang besar bagi perkembangan UMKM.

"Saat Ramadan dan lebaran, potensi sangat besar UMKM untuk berkembang. Ini dapat meningkatkan penjualan dari UMKM tersebut," ujarnya dalam diskusi publik INDEF 'Dinamika Lebaran dan Arah Ekonomi Prabowo-Gibran' di Jakarta, Selasa, 26 Maret 2024.

Ia menjelaskan, transaksi UMKM periode Maret dan awal April masih akan meningkat mengingat pemerintah memprediksi sekitar 193 juta jiwa penduduk melakukan perjalanan mudik tahun ini.

"Dengan mudik, ada migrasi, dari kota balik ke kampungnya. Kegiatan bersilaturahmi dengan keluarga pasti melakukan kegiatan pergi ke wisata," kata dia.

Hal inilah menurut Eisha yang mendorong perekonomian daerah, khususnya UMKM berupa kuliner dan pariwisata. Ia memprediksi peningkatannya mencapai 60 persen pada level tertingginya.

"Peningkatan mungkin sekitar 40 persen hingga 60 persen. Prediksi calon pemudiknya lebih banyak harusnya bisa mendorong UMKM daerah lebih tinggi tahun ini," tuturnya, menambahkan.

Namun demikian, peneliti INDEF itu memberi catatan pada kondisi perekonomian tahun ini yang mungkin memberi dampak terhadap kondisi mudik masyarakat.

"Ada kondisi berbeda tahun ini yaitu harga yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu," terangnya.

"Hal ini terutama bagi UMKM kuliner, bahan baku makanan ini menjadi biaya input dari UMKM, dari harganya meningkat. Mau enggak mau, UMKM meningkatkan harga jual atau margin yang didapatkan lebih sedikit," pungkasnya. (ari/prm)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait