Market Hari Ini 09 Jun 2024 Penulis: Syahrianto Editor: Tim Editorial

Potensi Ekonomi Iduladha di RI Bisa Mencapai Rp28,2 Triliun

Potensi Ekonomi Iduladha di RI Bisa Mencapai Rp28,2 Triliun
Potensi Ekonomi Iduladha di RI Bisa Mencapai Rp28,2 Triliun

Daftar Isi

  1. 01 Surplus Hewan Kurban
  2. 02 Pedagang Mulai Cuan

KABARBURSA.COM - Menurut penelitian yang dilakukan oleh Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS), potensi ekonomi dari pelaksanaan kurban di Indonesia di Iduladha 2024 diperkirakan mencapai Rp28,2 triliun, dengan melibatkan sekitar 2,16 juta pekurban.

Proyeksi ini menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, di mana estimasi potensi ekonomi kurban pada tahun sebelumnya sebesar Rp24,5 triliun dari partisipasi sebanyak 2,08 juta orang pekurban. Dengan demikian, terjadi peningkatan sekitar 80 ribu pekurban pada tahun ini.

“Dari 2,16 juta keluarga muslim berdaya beli tinggi yang berpotensi menjadi shahibul qurban, kebutuhan hewan kurban terbesar adalah kambing-domba sekitar 1,21 juta ekor, sedangkan sapi-kerbau sekitar 587 ribu ekor,” kata Tira Mutiara, Peneliti IDEAS dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu, 9 Juni 2024.

Dengan asumsi berat kambing-domba antara 20-80 kg dengan berat karkas 41 persen serta berat sapi-kerbau antara 250-750 kg dengan berat karkas 57 persen, maka potensi ekonomi kurban 2024 dari sekitar 1,79 juta hewan ternak ini setara dengan 117,2 ribu ton daging.

“Walaupun secara umum mengalami kenaikan, namun jika kita melihat data masyarakat muslim yang berpotensi menjadi pekurban kambing-domba dengan bobot 20-40 kg per ekor turun sekitar 7 persen dari 734 ribu menjadi 709 ribu pekurban. Kelompok ini merupakan masyarakat kelas menengah,” ungkap Tira.

Menurut Tira, kondisi ekonomi saat ini dengan banyaknya fenomena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan tingginya pengangguran menyebabkan pendapatan kelas menengah-bawah mengalami stagnansi bahkan penurunan signifikan. Sehingga masyarakat yang mampu berkurban tahun lalu kemungkinan tidak mampu bekurban lagi pada tahun ini.

“Secara kontradiktif kami menemukan adanya kenaikan pekurban sapi-kerbau dengan berat sekitar 750 kg per ekor, yang rata-rata berasal dari masyarakat kelas terkaya naik sekitar 21 persen dari 63,9 ribu menjadi 77,6 ribu pekurban,” tutur Tira.

Tira menambahkan fenomena turunnya pekurban masyarakat kelas menengah dan naiknya pekurban masyarakat kelas terkaya mencerminkan kesenjangan ekonomi yang semakin ekstrem di Indonesia.

Surplus Hewan Kurban

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengumumkan bahwa ketersediaan pasokan hewan kurban di seluruh Indonesia untuk Iduladha 2024 berada dalam kondisi surplus sebesar 88 ribu ekor, sehingga dipastikan aman dan mencukupi kebutuhan.

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), kebutuhan hewan kurban nasional diperkirakan mencapai 1,97 juta ekor, sementara ketersediaannya mencapai 2,06 juta ekor.

“Berdasarkan data Ditjen PKH, secara nasional, kebutuhan hewan kurban berada pada angka 1,97 juta ekor, dengan ketersediaannya yang mencapai 2,06 juta ekor, maka ketersediaan hewan kurban tahun ini berpotensi surplus hingga 88 ribu ekor,” kata Mentan.

Mentan Amran menjelaskan bahwa jumlah ketersediaan hewan kurban, baik sapi, kerbau, kambing, maupun domba, sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan nasional. Selain memastikan ketersediaan, ia juga fokus pada aspek kesehatan hewan.

“Kami memastikan persiapan kurban Insya Allah aman dan cukup sampai Iduladha nanti. Saya sudah menerima laporannya, dan aman, jumlahnya sangat cukup,” kata Amran.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan, Nasrullah, menambahkan bahwa pihaknya telah mengambil berbagai langkah penting untuk memastikan kelancaran pelaksanaan kurban tahun ini.

Langkah-langkah ini termasuk memastikan sertifikat kesehatan ternak yang dilalulintaskan sudah lengkap, memeriksa ear tag untuk menjamin ternak telah teregister, dan menerjunkan petugas kesehatan hewan di kabupaten/kota untuk melakukan pengecekan rutin di penampungan ternak.

Nasrullah juga mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam meninjau lokasi kandang sapi hingga pabrik pakan mini milik penggemukan sapi PT Lembu Setia Abadi Jaya (LSAJ) Farm di Tangerang, Banten.

PT Lembu Setia Abadi Jaya (LSAJ) Farm memiliki luas area 22,5 hektare, dengan kapasitas kandang sapi hingga 3.000 ekor dan rencana perluasan hingga 10.000 ekor. Selain itu, fasilitas tersebut juga memiliki pabrik pakan mini berkapasitas 40 ton per hari dan rencana pembangunan pabrik pupuk, rumah potong hewan (RPH), pabrik bakso, sosis, nugget, meat shop, serta cold storage.

“Harga barang kebutuhan pokok sudah stabil. Tidak hanya Cilegon, kami akan keliling seluruh Indonesia untuk memastikan harga dan pasokan barang kebutuhan pokok stabil,” kata Menteri yang biasa disapa Zulhas itu kepada media.

Pedagang Mulai Cuan

Para pedagang hewan kurban mulai mendapatkan cuan menjelang hari raya Iduladha yang jatuh pada 17 Juni 2024.

Yamin, seorang kepala operasional di salah satu lapak hewan kurban di Joglo, Jakarta Barat, mengatakan hewan di lapaknya sudah terjual  50 persen. “Alhamdulillah penjualan sudah masuk 50 persen, udah ramai pokoknya,” kata Yamin kepada Kabar Bursa, Sabtu 8 Juni 2024.

Yamin menuturkan mayoritas hewan dagangannya dibeli oleh orang yang sudah berlangganan sejak tahun-tahun sebelumnya. Kendati begitu, ia bersama timnya tetap melakukan promosi untuk menunjukkan kualitas dari hewan kurban yang dijualnya.

Secara keseluruhan, ada 260 hewan kurban yang dijual di lapak Yamin. Di antaranya adalah 160 ekor sapi dan 100 ekor kambing.

Untuk harga sapi, Yamin mematok harga bervariasi mulai dari Rp17 juta hingga Rp120 juta. “Harga sapi mulai dari Rp17 juta itu jenis bali dengan bobot 250 kg. Lalu termahal di kisaran Rp120 juta, jenisnya limosin dengan bobot sekitar 1 ton,” jelasnya.

Sementara untuk kambing, Yamin mematok harga mulai dari Rp2,7  juta dan termahal  Rp12 juta. Yamin kemudian membeberkan proyeksi pendapatannya untuk tahun ini. Dia memperkirakan lapaknya bisa meraup pendapatan kotor senilai Rp5 miliar hingga Rp10 miliar. “Untuk pendapatan kotor bisa sampai Rp5 miliar sampai Rp10 miliar,” tandasnya. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait