Market Hari Ini 09 Oct 2025 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Uslimin Usle

Power Emiten Konglomerat di Balik Rekor IHSG: OJK Bilang Begini

IHSG akhir-akhir ini berada di level tertinggi dengan fluktuasi 8.000-an

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menilai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) didampingi Direktur Bursa Efek Indonesia Iman Rachman samping kirinya, Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi. Desty Luthfiani/KabarBursa.com
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) didampingi Direktur Bursa Efek Indonesia Iman Rachman samping kirinya, Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi. Desty Luthfiani/KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menilai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang belakangan disebut dipengaruhi aksi konglomerat sebaiknya tidak disimpulkan secara general.

Menurutnya, setiap kelompok usaha dan sektor industri memiliki dinamika tersendiri yang tidak bisa disamaratakan.

“Saya melihatnya bahwa dinamikanya masing-masing kelompok dan sektor memiliki faktor yang mempengaruhi yang tidak persis sama satu dengan lainnya,” ujar Mahendra di Gedung Bursa Indonesia, Jakarta pada Kamis, 9 Oktober 2025.

IHSG akhir-akhir ini berada di level tertinggi dengan fluktuasi 8.000-an. Namun, di tengah menghijaunya indeks, saham-saham perbankan malah tergolong lesu.

“Ada yang lebih dipengaruhi faktor global, ada pula yang lebih terpengaruh kondisi domestik maupun sektor tertentu seperti keuangan, energi, atau sektor riil," ujar dia.

Ia menegaskan bahwa perbedaan karakteristik antar sektor maupun emiten merupakan bagian dari mekanisme pasar yang sehat, selama dijalankan dengan tata kelola yang baik dan transparan. OJK, kata Mahendra, terus mendorong peningkatan tata kelola dan kredibilitas pelaku pasar agar kepercayaan investor tetap terjaga.

“Kami  ingin terus memperbaiki governance, transparansi, dan kredibilitas dari keseluruhan kinerja di masa korektif. Kalau ini berlaku menyeluruh, saya rasa tidak ada masalah,” tambahnya.

Mahendra juga menekankan pentingnya memperluas akses kepemilikan saham bagi masyarakat, terutama investor ritel dan generasi muda. Ia menyebut langkah ini penting untuk memperkuat basis kepercayaan publik terhadap pasar modal Indonesia.

Menurut Mahendra, OJK tidak melihat adanya kontradiksi antara peran konglomerat dengan kebutuhan memperkuat partisipasi publik di pasar modal. Keduanya justru saling melengkapi dalam membangun ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan.

“Tidak perlu didikotomikan antara satu dan lainnya, karena memang ada dinamika yang berjalan. Yang penting, kepercayaan terhadap pasar dan pelaku usaha harus terus diperkuat,” ujarnya Mahendra.

Dari sisi perdagangan pada 9 Oktober 2025 pukul 14.00 WIB sejumlah saham emiten besar mencatat pergerakan bervariasi. Saham CBRE Cakra Buana Resources Energi memerah pada level 1.755 turun 45 poin atau 2,50 persen. 

Sementara itu, saham konglomerat CDIA Chandra Daya Investasi Tbk menguat ke posisi 2.200 naik 80 poin atau 3,77 persen. Saham CUAN Petrindo Jaya Kreasi Tbk juga naik ke 2.320 dengan penguatan 80 poin atau 3,57 persen.

Di sektor perbankan, saham BBCA Bank Central Asia Tbk melemah ke 7.350 turun 25 poin atau 0,34 persen. Saham BBRI Bank Rakyat Indonesia turun ke 3.650 turun 70 poin atau 1,88 persen. BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk berada di 4.210 melemah 40 poin atau 0,94 persen. BBNI Bank Negara Indonesia berada di 3.890 turun 50 poin atau 1,27 persen.

BRIS Bank Syariah Indonesia stagnan di 2.590 atau 0,00 persen. Saham BBTN Bank Tabungan Negara melemah ke 1.165 turun 15 poin atau 1,27 persen. Saham ARTO Bank Jago menguat tipis ke 2.090 naik 10 poin atau 0,48 persen. BNGA Bank CIMB Niaga melemah ke 1.695 turun 10 poin atau 0,59 persen. BTPS Bank BTPN Syariah turun ke 1.370 turun 10 poin atau 0,72 persen. Sedangkan AGRO Bank Raya Indonesia Tbk menguat ke 240 naik 4 poin atau 1,69 persen.

Hingga saat ini, IHSG masih bergerak di kisaran 8.198  dengan nilai transaksi harian rata-rata di atas Rp10 triliun. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait