Market Hari Ini 13 Mar 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

PPN Naik 12 persen, Indef: Ekonomi Kita Belum Membaik

PPN Naik 12 persen, Indef: Ekonomi Kita Belum Membaik
PPN Naik 12 persen, Indef: Ekonomi Kita Belum Membaik

KABARBUSA.COM - Rencana pemerintah untuk meningkatkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12persen pada tahun 2025 telah memunculkan pro dan kontra dalam kalangan ekonom.

Abdul Manap Pulungan dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengidentifikasi dampak negatif yang mungkin timbul sebagai hasil dari kenaikan ini.

Menurutnya, langkah ini dapat memperparah kondisi ekonomi Indonesia yang masih belum stabil, terutama mengingat pertumbuhan ekonomi yang rendah dibandingkan dengan target pemerintah pada tahun sebelumnya.

“Tahun lalu, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2persen, namun yang berhasil dicapai pemerintah 5,05persen,” kata Abdul Manap kepada Kabar Bursa, Rabu, 13 Maret 2024.

“Semua itu disebabkan oleh penurunan daya beli masyarakat yang terlihat dari inflasi yang masih tinggi, khususnya inflasi bahan makanan,” sambung Abdul.

Kata Abdul lagi, dampak negatif yang kedua yaitu terjadi pengeringan likuiditas pada perekonomian yang disebabkan oleh kebijakan suku bunga tinggi oleh bank sentral. Jika pemerintah menaikan PPN di tahun 2025 artinya akan terjadi juga, pengetatan disisi fiskalnya.

“Nah, kalau sisi kebijakan moneter dan fiskal sama-sama melakukan pengetatan maka maka akan menyebabkan ekonomi kita akan kekurangan likuiditas yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

Namun, Abdul Manap menjelaskan, rencana menaikkan tarif PPN sebesar 12persen tersebut akan berdampak positif terhadap penerimaan negara, yaitu pendapatan pajak akan meningkat.

Akan tetapi, dia tegaskan, penambahan penerimaan pajak itu tidak akan maksimal jika daya beli masyarakat terpengaruh sehingga ini akan menahan orang untuk belanja. (mar/adi)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait