Market Hari Ini 05 Feb 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

PPRE Besok Berpeluang Sentuh Auto Rejection Atas?

Lonjakan harga hingga 30 persen disertai volume dan frekuensi tinggi menempatkan PPRE dalam radar spekulatif, dengan peluang lanjutan bergantung pada kekuatan bid di awal perdagangan.

PPRE melonjak 30 persen ke 216 dengan volume besar. Struktur bid dan momentum harian membuka peluang uji ARA, meski risiko profit taking masih membayangi.

Ruang gerak PPRE masih terbuka, diperkirakan peluang sentuh ARA. Foto: Dok PP Presisi.
Ruang gerak PPRE masih terbuka, diperkirakan peluang sentuh ARA. Foto: Dok PP Presisi.

KABARBURSA.COM - Pergerakan saham PP Presisi (PPRE) pada perdagangan Kamis, 5 Februari 2026, menempatkan saham ini langsung ke dalam radar spekulatif pasar jelang sesi berikutnya. Penutupan di level 216, melonjak 30,12 persen dari hari sebelumnya, menandai lonjakan maksimum harian yang sangat agresif dan sekaligus mengubah struktur pergerakan jangka pendek saham ini.

Dari sisi harga, PPRE dibuka di 164 dan langsung melesat hingga menyentuh level tertinggi harian 222 sebelum ditutup di 216. Rentang pergerakan intraday yang sangat lebar ini menunjukkan bahwa dorongan beli muncul sejak awal sesi dan bertahan hingga penutupan, tanpa fase distribusi yang signifikan di akhir perdagangan. 

Fakta bahwa harga penutupan masih berada dekat area atas harian memperlihatkan tekanan jual belum dominan,. Ini menjadi sebuah karakter yang kerap muncul pada saham-saham yang masih berada dalam fase momentum lanjutan.

Aktivitas transaksi menjadi faktor kunci dalam menguji peluang auto rejection atas (ARA) pada perdagangan berikutnya. Total volume mencapai sekitar 5,62 juta lot dengan nilai transaksi Rp113,6 miliar dan frekuensi hampir 47 ribu kali. 

Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata historis PPRE, sehingga menandakan masuknya partisipasi pasar yang luas, bukan sekadar transaksi tipis. Lonjakan frekuensi memperlihatkan bahwa kenaikan tidak ditopang satu atau dua transaksi besar, melainkan distribusi order yang relatif merata di berbagai level harga.

Struktur antrean order di akhir sesi juga memberikan sinyal penting. Di sisi bid, antrian cukup tebal terkonsentrasi di area 224–216 dengan total lot yang relatif besar, sementara sisi offer di atasnya terlihat lebih tipis dan terputus.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa minat beli masih aktif mempertahankan harga di area atas, sekaligus membuka ruang dorongan lanjutan apabila tekanan jual pada pembukaan esok hari tidak agresif. 

Harga indikatif penutupan di kisaran 218 juga menempatkan saham ini dekat batas atas potensi pergerakan hari berikutnya.

Secara teknikal harian, lonjakan hari ini mengonfirmasi kelanjutan tren naik yang sudah terbentuk sejak akhir tahun lalu. Grafik memperlihatkan fase akselerasi setelah periode konsolidasi panjang, dengan volume yang kembali membesar seiring kenaikan harga. 

Pola seperti ini secara statistik sering diikuti oleh percobaan lanjutan menuju batas atas harian pada sesi berikutnya, terutama jika tidak ada gap distribusi besar di penutupan.

Namun, peluang ARA tidak berdiri sendiri tanpa risiko. Kenaikan satu hari yang langsung mencapai 30 persen juga meningkatkan potensi aksi ambil untung cepat, khususnya dari pelaku yang masuk di harga bawah pada fase awal lonjakan. 

Jika pada pembukaan besok muncul tekanan jual agresif dengan volume besar dan antrean bid cepat tergerus, maka skenario ARA bisa berubah menjadi volatilitas tinggi tanpa penutupan maksimal.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait