KABARBURSA.COM-Pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka telah unggul dalam perhitungan cepat atau quick count di beberapa lembaga.
Menurut data dari Litbang Kompas pada pukul 21.21 WIB, Rabu (14/2), dari 88,45 persen data yang masuk, pasangan Prabowo-Gibran mendapatkan 58,73 persen suara, jauh di atas pasangan Anies-Muhaimin dengan 25,10 persen suara dan pasangan Ganjar-Mahfud dengan 16,17 persen suara.
Analis Tokocrypto Fyqieh Fachrul mengatakan bahwa keunggulan Prabowo dalam quick count menjadi salah satu sentimen positif bagi pasar kripto. Hal ini karena dinamika pasar saham domestik yang merespons positif terhadap hasil hitung cepat Pilpres 2024.
"Keunggulan tersebut dapat menjadi indikator optimis bagi pasar kripto lokal. Tren di pasar saham seringkali mencerminkan pergerakan pasar kripto domestik, menunjukkan kemungkinan adanya momentum positif," ujar Fyqieh dikuntip Sabtu 17 Februari 2024.
Selain itu, Fyqieh menyoroti isu-isu regulasi pasca-pemilu, baik di dalam negeri maupun internasional, yang bisa memengaruhi harga aset kripto. Dia menekankan pentingnya para investor kripto dan pelaku pasar untuk waspada terhadap dinamika politik dan regulasi.
Dia menambahkan bahwa harga Bitcoin telah menunjukkan pertanda siklus bullish baru dengan masuknya modal institusional. Harga Bitcoin telah mengalami kenaikan signifikan pasca-pemilu, mencapai $52.000 untuk pertama kalinya sejak tahun 2021.
Tak hanya itu, Fyqieh juga menyoroti momen halving yang semakin dekat sebagai faktor positif lainnya bagi pasar kripto. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan euforia pembelian Bitcoin dan mengerek harga lebih tinggi dalam beberapa bulan ke depan.
"Dengan kondisi makroekonomi yang mendukung, Bitcoin memiliki potensi untuk mencapai kisaran harga yang lebih tinggi," tambahnya.