Market Hari Ini 03 Feb 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Prediksi IHSG Hari Ini, Tiga Saham Dijagokan Analis

MNC Sekuritas mengimbau untuk mencermati area koreksi IHSG di kisaran 7.835-7.680 sebagai area koreksi untuk membentuk wave (b) dari wave [x].

area support IHSG berada di sekitaran 7.654-7.481

Aktivitas di papan pantau saham Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: KabarBursa.com/Desty
Aktivitas di papan pantau saham Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: KabarBursa.com/Desty

Daftar Isi

  1. 01 OJK dan MSCI Bertemu, Ini Poin-poin yang Dibahas

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi dalam sebesar 4,88 persen ke level 7.922 pada perdagangan Senin, 2 Februari 2026. MNC Sekuritas menyebut pelemahan ini disertai dengan munculnya tekanan jual.

Untuk perdagangan hari ini, Selasa, 3 Februari 2026, MNC Sekuritas mengimbau untuk mencermati area koreksi IHSG di kisaran 7.835-7.680 sebagai area koreksi untuk membentuk wave (b) dari wave [x].

"Kemudian untuk area penguatan berada di 8.128-8.527," tulis MNC Sekuritas dalam riset hariannya.

MNC Sekuritas menyampaikan area support IHSG berada di sekitaran 7.654-7.481. Sementara resistance ada di level 8.094-8.318.

Di tengah penurunan IHSG, MNC Sekuritas memiliki beberapa rekomendasi saham untuk hari ini, antara lain AADI, INCO, dan JSMR.  Berikut ulasan detailnya:

- AADI – Spec Buy 
Spec Buy: 7.950-8.000 
Target Price: 8.150-8.350 
Stoploss: below 7.825

- INCO – Buy on Weakness 
Buy on Weakness: 5.100-5.525 
Target Price: 6,425-6,850 
Stoploss: below 4.960

- JSMR – Buy on Weakness 
Buy on Weakness: 3.570-3.600 
Target Price: 3.650-3.680 
Stoploss: below 3.560

- SUPA – Sell on Strength 
Sell on Strength: 865-890

OJK dan MSCI Bertemu, Ini Poin-poin yang Dibahas

Sebelumnya diberitakan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self Regulatory Organization, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga Danantara telah bertemu Morgan Stanley Capital International atau MSCI secara daring  pada Senin, 2 Februari 2026.

Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon, Hasan Fawzi,  menegaskan bahwa isu-isu yang disampaikan MSCI sebenarnya bukan hal baru bagi OJK.

Kekhawatiran MSCI justru sejalan dengan rencana aksi yang sebelumnya telah dicanangkan regulator, terutama pada aspek transparansi dan likuiditas pasar. Ia juga menyebut apa yang disampaikan kepada indeks global tersebut tak jauh dari 8 poin percepatan reformasi pasar modal yang sudah disampaikan kemarin.

“Apa yang menjadi concern MSCI itu sangat align atau selaras dengan beberapa program rencana aksi kami,” kata Hasan.

Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi ruang bagi OJK, Bursa Efek Indonesia, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia untuk menyampaikan proposal solusi secara komprehensif. Fokusnya jelas, menjawab dua isu utama yang selama ini menjadi sorotan MSCI.

“Secara umum hari ini OJK bersama Bursa dan KSEI telah mengajukan proposal solusi yang pada prinsipnya menjawab keseluruhan concern dan isu,” ujarnya.

Salah satu poin penting yang dibawa OJK adalah perluasan pengungkapan kepemilikan saham. Selama ini, keterbukaan data kepemilikan berfokus pada pemegang saham dengan porsi di atas 5 persen. OJK kini berkomitmen mendorong transparansi yang lebih dalam.

“Kami komitkan pengungkapan kepemilikan saham dengan porsi di bawah 5 persen, bahkan bisa dilakukan untuk kepemilikan saham di atas 1 persen,” kata Hasan.

Tak hanya itu, OJK juga menyasar struktur data investor. Jika selama ini klasifikasi investor hanya dibagi ke dalam 9 tipe utama, ke depan data tersebut akan dirinci jauh lebih detail.

“Kami akan menghadirkan granularity atau perincian klasifikasi investor dari 9 tipe menjadi 27 sub-tipe investor,” ujarnya.

Langkah ini ditujukan untuk memperjelas struktur kepemilikan dan meningkatkan kredibilitas pengungkapan ultimate beneficial ownership, isu yang selama ini menjadi perhatian investor global. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait