KABARBURSA.COM - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berencana menerbitkan sebanyak 2,447 miliar saham baru atau sekitar 10 persen dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) IV atau private placement.
Dengan asumsi harga pelaksanaan sebesar Rp2.930 per saham, MDKA berpotensi memperoleh dana sekitar Rp7,17 triliun.
Harga pelaksanaan ini menarik diperhatikan. Jika biasanya private placement dilakukan dengan diskon 5 hingga 15 persen, MDKA memilih penawaran dengan harga penutupan perdagangan terakhir.
Harga tersebut dapat dikatakan sebagai penawaran yang relatif premium dibanding praktik private placement pada umumnya. Investor yang masuk di level tersebut tidak memperoleh "hadiah" berupa diskon harga, sehingga praktis membeli saham dengan valuasi yang sama seperti investor di pasar reguler.
Jika dilihat dari rencana penggunaannya, sebanyak 30 persen akan dipakai untuk modal kerja. Sementara, sisanya diarahkan untuk ekspansi, belanja modal, akuisisi saham, pembelian aset, hingga investasi pada perusahaan yang memiliki industri terkait dengan bisnis grup Merdeka.
Dengan kata lain, dana yang dihimpun bukan untuk menutup masalah likuiditas, melainkan untuk memperbesar kapasitas pertumbuhan perusahaan.
Pergerakan Harga MDKA
Jika dilihat dari pergerakan harga pada perdagangan terakhir, Jumat, 19 Juni 2026, MDKA berada di harga Rp2.930 dengan kenaikan 2,45 persen. Nilai transaksinya mencapai Rp401 miliar dengan volume sekitar 1,33 juta lot dan frekuensi transaksi lebih dari 33 ribu kali.
Hari itu, minat pasar terhadap saham MDKA masih sangat tinggi. Begitu pula dengan investor asing. Foreign buy tercatat mencapai Rp160,7 miliar, sedangkan foreign sell sebesar Rp118,9 miliar. Artinya, MDKA berhasil mengumpulkan total dana segar asing sebanyak Rp41,8 miliar.
Dilihat dari struktur order bid, permintaan terbesar ada pada harga Rp2.910 sebanyak sekitar 21,8 ribu lot dan Rp2.930 sebanyak sekitar 19,3 ribu lot. Area penyangga yang cukup tebal tepat di bawah harga penutupan.
Sedangkan tekanan jual terbesar terlihat pada level Rp3.050 dengan antrean lebih dari 26 ribu lot, disusul Rp3.000 sekitar 13,7 ribu lot.
Artinya, pasar masih menghadapi resistance psikologis di kisaran Rp3.000-Rp3.050. Apabila area ini berhasil ditembus dengan volume besar, ruang kenaikan berikutnya akan semakin terbuka.
Yang lebih menarik lagi adalah melihat perjalanan harga dalam beberapa hari terakhir. Pada 15 Juni, MDKA melonjak 7,87 persen ke Rp2.740 dengan net foreign buy mencapai Rp41,26 miliar.
Dua hari berikutnya, saham sempat terkoreksi tipis menjadi Rp2.730, tetapi asing tetap melakukan akumulasi sekitar Rp10 miliar. Sehari kemudian, harga kembali melonjak 4,76 persen ke Rp2.860 dengan net foreign buy yang masih positif meskipun relatif kecil sekitar Rp1 miliar.
Lalu, pada 19 Juni, saham kembali naik ke Rp2.930 dengan net foreign buy melonjak menjadi Rp41,83 miliar. Dalam empat hari perdagangan terakhir, asing secara konsisten mencatatkan pembelian bersih lebih dari Rp94 miliar.
Potensi Keuntungan
Apakah investor yang masuk di harga private placement Rp2.930 masih memiliki potensi keuntungan? Jawabannya bergantung pada horizon investasi.
Untuk jangka pendek, harga Rp2.930 bukan lagi area murah karena saham telah naik sekitar 7 persen hanya dalam dua hari perdagangan. Resistance Rp3.000-Rp3.050 juga masih menjadi tantangan pertama yang harus dilewati.
Dari sisi teknikal, level Rp2.870-Rp2.900 kini berubah menjadi support terdekat karena menjadi area akumulasi dalam beberapa hari terakhir. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut dan arus dana asing tetap positif, peluang rebound lanjutan menuju Rp3.050 hingga Rp3.200 masih terbuka.
Sebaliknya, apabila harga turun di bawah Rp2.870 dengan volume besar dan diikuti perubahan foreign flow menjadi net sell, maka pasar kemungkinan akan melakukan konsolidasi lebih panjang sebelum menentukan arah berikutnya.
Kesimpulannya, private placement MDKA kali ini memberikan pesan yang cukup positif. Harga pelaksanaan yang setara dengan harga pasar menunjukkan bahwa perusahaan tidak menawarkan saham dengan diskon besar seperti praktik private placement pada umumnya.
Didukung oleh akumulasi asing yang konsisten, nilai transaksi yang tinggi, serta struktur orderbook yang masih didominasi minat beli di bawah harga penutupan, peluang rebound masih terbuka. Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan risiko dilusi sekitar 10 persen dan kemampuan manajemen mengoptimalkan dana hasil private placement.(*)