Market Hari Ini 06 Dec 2023 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Produksi CPO PTPN III Diprediksi Mencapai 2,5 juta Ton

Produksi CPO PTPN III Diprediksi Mencapai 2,5 juta Ton
Produksi CPO PTPN III Diprediksi Mencapai 2,5 juta Ton

KABARBURSA.COM - Pasca-merger, produksi Crude Palm Oil (CPO) dari kebun milik PTPN III (Persero) diproyeksikan akan mencapai 2,5 juta ton pada tahun 2024.

Bambang Agustian, Corporate Secretary PTPN III, menyampaikan bahwa angka produksi ini diantisipasi akan terus meningkat, mencapai 2,8 juta ton CPO pada tahun 2027 mendatang.

Dalam konteks luas lahan, terutama planted area setelah merger pada tahun 2024, perkiraan menunjukkan angka sekitar 560 ribu hektar (Ha). Bambang menjelaskan bahwa luas lahan ini mencakup area Tanaman Menghasilkan dan Tanaman Replanting.

Setelah penggabungan, produk CPO dari PTPN diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan diekspor ke berbagai destinasi internasional, termasuk India, Pakistan, Bangladesh, Amerika, dan Eropa. Bambang menekankan bahwa mayoritas CPO akan diolah menjadi produk turunan seperti Olein.

Pasca-merger oleh Kementerian BUMN yang melibatkan 13 perusahaan di bawah holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) menjadi dua subholding, yaitu PalmCo dan SupportingCo, menggambarkan ambisi perusahaan dalam industri sawit.

PalmCo diharapkan menjadi perusahaan sawit terbesar di dunia dengan luas lahan mencapai lebih dari 600 ribu hektare pada tahun 2026, menjadikannya pemain utama dalam industri sawit global.

Sementara itu, SupportingCo akan berperan sebagai pengelola aset perkebunan unggul. Tugasnya mencakup pemanfaatan optimal dan divestasi aset, pengelolaan tanaman perkebunan, diversifikasi usaha, serta pengembangan green business. Proyeksi ini menandai langkah strategis PTPN III dalam mengukuhkan posisinya di industri CPO dan perkebunan secara keseluruhan.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait