Market Hari Ini 01 May 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Produksi Naik, Laba BUMI Tumbuh di Kuartal I 2026

Kenaikan volume produksi dan efisiensi tambang menahan dampak penurunan harga batu bara.

BUMI catat laba USD41,1 juta di kuartal I 2026, naik didorong produksi dan efisiensi tambang.

Kinerja BUMI kuartal I 2026 ditopang peningkatan produksi dan efisiensi tambang. (Foto: Dok. Bumi Resources)
Kinerja BUMI kuartal I 2026 ditopang peningkatan produksi dan efisiensi tambang. (Foto: Dok. Bumi Resources)

KABARBURSA.COM – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat pertumbuhan kinerja pada kuartal I 2026. Peningkatan volume produksi dan penjualan menjadi faktor utama di tengah tekanan harga batu bara.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I 2026 yang dipublikasikan ke Bursa Efek Indonesia, pendapatan BUMI mencapai USD417,7 juta atau naik 19,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini terjadi seiring peningkatan aktivitas operasional.

Dari sisi profitabilitas, laba bruto tercatat USD82,8 juta, meningkat 61,6 persen secara tahunan. Laba usaha naik 75,8 persen menjadi USD49,1 juta dengan margin usaha meningkat menjadi 11,7 persen dari sebelumnya 8,0 persen.

Laba sebelum pajak tercatat USD55,3 juta atau tumbuh 93,1 persen. Sementara itu, laba bersih mencapai USD41,1 juta, meningkat 36,6 persen dibandingkan USD30,1 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut terjadi di tengah penurunan harga jual rata-rata batu bara sebesar 10 persen menjadi USD58,6 per ton. Penurunan harga ini diimbangi oleh peningkatan volume produksi dan efisiensi operasional.

Secara operasional, produksi batu bara BUMI mencapai 19,2 juta ton atau naik 12 persen secara tahunan. Penjualan batu bara tercatat 19,1 juta ton, meningkat 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Perbaikan juga terlihat pada rasio kupasan tanah (strip ratio) yang turun menjadi 7,7 kali dari 8,4 kali. Penurunan rasio ini mencerminkan efisiensi dalam aktivitas penambangan dan berdampak pada biaya produksi per ton.

Sementara itu, volume lapisan penutup yang dihilangkan meningkat 3 persen menjadi 148,3 juta bcm. Persediaan batu bara turun menjadi 2,0 juta ton dari sebelumnya 2,4 juta ton, sejalan dengan peningkatan penjualan.

KomponenKuartal I 2026Kuartal I 2025Perubahan
PendapatanUSD417,7 jutaUSD348,8 juta+19,7 persen
Laba BrutoUSD82,8 jutaUSD51,2 juta+61,6 persen
Laba UsahaUSD49,1 jutaUSD27,9 juta+75,8 persen
Margin Usaha11,7 persen8,0 persen+3,7 poin
Laba Sebelum PajakUSD55,3 jutaUSD28,6 juta+93,1 persen
Laba BersihUSD41,1 jutaUSD30,1 juta+36,6 persen

Dalam panduan kinerja 2026, BUMI menargetkan volume penjualan di kisaran 76 hingga 78 juta ton dengan proyeksi harga rata-rata USD60 hingga USD62 per ton. Biaya produksi diperkirakan berada di kisaran USD43 hingga USD44 per ton.

Selain itu, perusahaan berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) paling lambat pada Juni 2026. Manajemen juga akan menyelenggarakan earnings call pada Mei 2026 untuk membahas kinerja lebih lanjut bersama investor.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait