Market Hari Ini 08 Aug 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Pramirvan Datu

Prospek Cerah PGEO Usai Difasilitasi Danantara Garap Proyek Panas Bumi

Danantara gandeng PGEO dan PLN kembangkan energi panas bumi, target tambah kapasitas hingga 1.130 MW demi ketahanan energi dan transisi hijau.

PGEO, PLN, dan Danantara bersinergi percepat proyek panas bumi 1.130 MW, dorong energi terbarukan dan ketahanan energi nasional.

PT Pertamina geothermal Energy Tbk (PGEO). Foto: Dok PGEO.
PT Pertamina geothermal Energy Tbk (PGEO). Foto: Dok PGEO.

Daftar Isi

  1. 01 Kaji Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

KABARBURSA.COM - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) melalui PT Danantara Asset Management akan memfasilitasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) dan PT PLN dalam pengembangan energi panas bumi untuk pembangkit listrik. 

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang menetapkan kerangka awal kerja sama dan akan dirumuskan lebih lanjut melalui dokumen kerja sama resmi para pihak terkait. 

Langkah Danantara tersebut dinilai bisa memberikan sentimen positif, terutama untuk PGEO dalam meningkatkan kinerja perusahaan. 

Analyst Stocknow.id Abdul Haq Al Faruqy mengatakan, dukungan ini memungkinkan anak perusahaan Pertamina itu dalam mempercepat ekspansi kapasitas hingga 395 MW dalam dua tahun.

"Memperkuat dominasinya sebagai pemimpin pasar panas bumi Indonesia dengan menguasai 88 persen kapasitas terpasang nasional, yakni 1.877 MW (672 MW dioperasikan sendiri dan 1.205 MW melalui kontrak operasi bersama)," ujar dia kepada KabarBursa.com, Jumat, 8 Agustus 2025.

Abdul menjelaskan dukungan dari Danantara tidak hanya meningkatkan arus kas operasional PGEO yang sudah kuat, tetapi juga memperkuat kepercayaan investor terhadap kemampuan PGEO untuk memanfaatkan potensi panas bumi Indonesia yang menyumbang 40 persen cadangan global.

"Guna mendukung target bauran energi terbarukan 25 persen pada 2025 dan net zero emission 2060," ungkapnya. 

Dibandingkan pemain lain di sektor energi terbarukan, PGEO dinilai memiliki posisi lebih unggul. Abdul menyebut PGEO unggul dalam skala operasional dengan 15 wilayah kerja dan portofolio proyek yang lebih beragam, termasuk eksplorasi di Bukit Daun dan Seulawah, serta inisiatif co-generation dan produk turunan seperti green hydrogen. 

Pengakuan ESG global, dengan skor Sustainalytics 7,1 (peringkat pertama di sub-sektor energi terbarukan), dan PROPER emas ke-14 berturut-turut, menambah daya tarik PGEO bagi investor institusi.

"Menempatkannya di depan BREN dan ARKO dalam hal keberlanjutan dan potensi ekspansi," ungkapnya. 

Kaji Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi 

Nantinya, kerja sama ini bertujuan mengkaji potensi pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi, baik melalui inisiasi proyek baru maupun percepatan penyelesaian proyek eksisting.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pencapaian target energi nasional melalui kolaborasi pengelolaan sumber daya antara Pertamina dan PLN.

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan, pengembangan energi panas bumi merupakan bagian dari agenda strategis nasional dalam memperkuat ketahanan energi dan mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon. 

"Kami berkomitmen memastikan bahwa setiap inisiatif pengelolaan aset strategis dilaksanakan dengan tata kelola yang akuntabel, profesional, dan selaras dengan standar internasional," ujar dia dalam keterangannya, Selasa, 5 Agustus 2025.

Melalui kolaborasi lintas BUMN yang terintegrasi, kata Rosan, Danantara Indonesia mendukung terciptanya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kemandirian energi Indonesia.

Adapun ruang lingkup kemitraan mencakup perumusan skema kerja sama yang optimal, pemanfaatan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) milik masing-masing pihak, penyelarasan dan percepatan implementasi proyek, pelaksanaan studi kelayakan teknis dan komersial, serta pembentukan Tim Kerja Bersama dan Joint Committee sebagai forum koordinasi pelaksanaan.

Dalam kemitraan ini, sebanyak 19 proyek eksisting dengan kapasitas sekitar 530 MW akan diakselerasi melalui sinergi operasional dan koordinasi lintas entitas. Selain itu, para pihak sepakat untuk mengkaji potensi pengembangan tambahan, baik di wilayah kerja yang telah berproduksi maupun area prospektif baru. 

Secara keseluruhan, potensi kapasitas dapat mencapai 1.130 MW dengan estimasi nilai investasi hingga USD5,4 miliar, mencerminkan skala strategis dan kontribusi konkret terhadap ketahanan energi nasional dan transisi menuju energi bersih.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait