Market Hari Ini 06 Aug 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Yunila Wati

Prospek Saham NCKL Cerah di Tengah Euforia Investor di Industri Nikel

Saham Harita Nickel (NCKL) melonjak berkat sentimen EV, ekspansi smelter, kinerja semester I 2025, dan akumulasi asing oleh JP Morgan

Saham NCKL naik 43 persen dalam sebulan, ditopang ekspansi smelter, permintaan EV, kinerja solid, dan akumulasi asing JP Morgan.

Prospek saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) dinilai semakin cerah di tengah euforia investor terhadap industri nikel. (Foto: Dok. Trimegah Bangun Persada)
Prospek saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) dinilai semakin cerah di tengah euforia investor terhadap industri nikel. (Foto: Dok. Trimegah Bangun Persada)

Daftar Isi

  1. 01 Kinerja Semester I 2025

KABARBURSA.COM - Prospek saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) dinilai semakin cerah di tengah euforia investor terhadap industri nikel. 

Saham NCKL diketahui tengah memiliki kinerja gemilang. Mengutip Stockbit, Rabu, 6 Agustus 2025, dalam sepekan terakhir harga saham NCKL naik sebesar 34,51 persen, serta 43,61 persen dalam sebulan terakhir. 

Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Miftahul Khaer menyebut kenaikan harga saham NCKL dalam beberapa pekan terakhir itu merupakan respon positif investor terhadap sentimen industri nikel yang kembali membaik. 

"Terutama di tengah prospek pemulihan permintaan global untuk baterai kendaraan listrik (EV)," ujar dia kepada Kabarbursa.com dikutip, Rabu, 6 Agustus 2025.

Miftahul memandang kenaikan harga saham NCKL juga dikarenakan pasar yang mulai menghargai peningkatan kapasitas produksi dari smelter baru. Selain itu, keberhasilan ekspansi NCKL di Pulau Obi yang mulai menunjukkan hasil konkret juga dianggap menjadi sentimen positif. 

"Jika perusahaan mampu menjaga pertumbuhan margin dan menjaga biaya produksi tetap efisien ke depanya," ungkap dia. 

Lebih jauh Miftahul mengatakan, proyeksi saham NCKL akan sangat bergantung pada dua hal utama, seperti keberlanjutan permintaan nikel dari sektor EV global dan kejelasan roadmap hilirisasi industri dalam negeri.

Di sisi lain, lanjut dia, faktor eksternal seperti volatilitas harga komoditas global dan regulasi ekspor juga perlu dipantau investor. Dirinya menilai selama fundamental perusahaan terus menguat, saham NCKL masih memiliki  ruang untuk melanjutkan tren positifnya. 

Kinerja Semester I 2025

Sebelumnya diberitakan, Harita Nickel mencatatkan pendapatan sebesar Rp14,10 triliun sepanjang semester I 2025. Angka ini mencerminkan kenaikan sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meskipun harga nikel global mengalami penurunan selama paruh pertama tahun ini.

Dari sisi laba bersih, perseroan membukukan laba sebesar Rp4,1 triliun yang diatribusikan kepada entitas induk, naik signifikan dibandingkan semester I 2024. Lonjakan laba ini ditopang oleh peningkatan kapasitas produksi di lini RKEF dan HPAL, serta efisiensi biaya yang dihasilkan dari integrasi rantai pasok internal.

Kinerja yang solid ini memperkuat sentimen positif pasar yang telah dibangun sejak perseroan diumumkan masuk ke dalam FTSE4Good Index Series pada Juli 2025. Saham NCKL resmi masuk dua kategori indeks keberlanjutan global tersebut, yakni Emerging Markets Index dan ASEAN 5 Index.

Faktor lainnya yang memperkuat keyakinan investor adalah keberlanjutan proses audit sertifikasi ESG berbasis standar IRMA (Initiative for Responsible Mining Assurance) dan RMAP (Responsible Minerals Assurance Process). Proses audit lapangan IRMA tengah berlangsung sejak April 2025, sementara fasilitas-fasilitas NCKL telah atau sedang mengantongi sertifikasi RMAP.

Sebagai informasi, saham NCKL sempat bergerak konsolidatif pada kisaran Rp690–Rp715 sepanjang bulan Juli, sebelum akhirnya breakout secara teknikal pada awal Agustus. Aksi beli institusi asing tercermin dari data broker summary, dengan J.P. Morgan Sekuritas Indonesia menjadi akumulator utama pada perdagangan 1 Agustus 2025.

Lonjakan volume transaksi dan nilai beli bersih oleh investor asing semakin mengukuhkan saham NCKL sebagai salah satu emiten tambang nikel dengan eksposur ESG yang paling menonjol di pasar domestik saat ini. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait