Proyeksi IHSG Hari ini Dibayangi Koreksi, Resistance 7.240 Jadi Ujian

IHSG diperkirakan masih bergerak fluktuatif dengan risiko koreksi jangka pendek meski tekanan beli mulai terlihat di pasar.

IHSG diproyeksikan masih rawan koreksi dengan resistance 7.240 menjadi area penting pergerakan pasar hari ini.

IHSG diproyeksikan masih rawan koreksi dengan resistance 7.240 menjadi area penting pergerakan pasar hari ini. Foto: Dok. KabarBursa.
IHSG diproyeksikan masih rawan koreksi dengan resistance 7.240 menjadi area penting pergerakan pasar hari ini. Foto: Dok. KabarBursa.

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak dalam fase rawan koreksi meski pada perdagangan sebelumnya berhasil ditutup menguat. Tekanan pasar dinilai belum sepenuhnya mereda seiring pola teknikal yang masih menunjukkan potensi pelemahan lanjutan.

Dalam riset harian MNC Sekuritas, IHSG tercatat menguat 0,50 persen ke level 7.092 dengan dominasi volume pembelian. Namun penguatan tersebut dinilai belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren naik secara penuh.  

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyebut posisi IHSG saat ini masih berada dalam fase wave lanjutan yang membuat pergerakan indeks berpotensi fluktuatif.

“IHSG saat ini sedang berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam atau bagian awal dari wave B dari wave (2) pada label merah,” tulis Herditya dalam riset Daily Scope Wave MNC Sekuritas, Kamis, 7 Mei 2026.  

Secara teknikal, MNC Sekuritas menilai skenario terburuk atau worst case masih membuka peluang koreksi IHSG menuju area 6.645 hingga 6.838. Sementara dalam skenario terbaik, indeks diperkirakan berpotensi menguat untuk menguji area resistance di kisaran 7.212 sampai 7.418.  

Posisi support IHSG dipetakan berada di level 6.838 dan 6.745, sedangkan resistance terdekat berada pada area 7.022 dan 7.240.  

Secara analitik, kondisi ini menunjukkan pasar saham domestik masih berada dalam fase konsolidasi setelah volatilitas tinggi beberapa waktu terakhir. Meski minat beli mulai kembali terlihat, arah tren jangka pendek dinilai belum sepenuhnya solid.

MNC Sekuritas turut mencermati sejumlah saham yang dinilai mulai menunjukkan pergerakan teknikal menarik.

Saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) disebut mengalami penguatan 3,25 persen ke level 254 disertai peningkatan volume pembelian. Herditya menilai posisi saham tersebut saat ini berada pada bagian dari wave [c] dari wave 2.  

Sementara itu, PT Sentul City Tbk (BKSL) menguat 6,60 persen ke level 113 dengan dukungan volume pembelian, meski pergerakannya masih tertahan MA20. Menurut MNC Sekuritas, posisi BKSL saat ini berada di awal wave 1 dari wave (C).  

Pergerakan signifikan juga terlihat pada saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang melonjak 10,06 persen ke level 1.805 dan berhasil menembus MA20. Herditya menyebut posisi UNVR diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [a] dari wave B dari wave (B).  

Adapun PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) tercatat menguat 6,47 persen ke level 905 dengan dukungan volume pembelian. Namun MNC Sekuritas menilai ruang penguatan saham tersebut mulai terbatas dan rawan terkoreksi membentuk wave lanjutan.  

Dalam ringkasan teknikalnya, MNC Sekuritas bahkan memberi label IHSG jangka pendek satu sampai dua hari masih dalam kondisi bearish.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
MO
Ass. Redaktur

Moh. Alpin Pulungan

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait