Market Hari Ini 28 Sep 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

PSAB Lepas Proyek Doup USD540 Juta, ini Strategi Berikutnya

PSAB jual Proyek Doup USD540 juta, transaksi material untuk perbaiki likuiditas, kurangi utang, dan fokus ke tambang emas produktif.

PSAB divestasi 99,99% saham PT Arafura Surya Alam ke Danusa Tambang Nusantara senilai USD540 juta, dana segar dipakai untuk likuiditas dan modal kerja.

PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mengumumkan rencana divestasi hampir seluruh kepemilikan saham. (Foto: Dok. J Resources)
PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mengumumkan rencana divestasi hampir seluruh kepemilikan saham. (Foto: Dok. J Resources)

Daftar Isi

  1. 01 Kinerja Saham PASB

KABARBURSA.COM – PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mengumumkan rencana divestasi hampir seluruh kepemilikan saham pada PT Arafura Surya Alam (ASA), entitas pemilik Proyek Doup di Kotabunan, Sulawesi Utara. 

Aksi korporasi ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 5 November 2025.

Berdasarkan keterbukaan informasi, anak usaha PSAB, PT J Resources Nusantara (JRN), telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat dengan PT Danusa Tambang Nusantara (DTN) pada 12 September 2025. 

JRN akan melepas 2.331.139 lembar saham atau setara 99,99996 persen kepemilikan di ASA kepada DTN dengan nilai transaksi USD540 juta.

Selain saham, transaksi ini mencakup pengalihan utang pihak berelasi ASA kepada JRN senilai USD37,31 juta, pinjaman pemegang saham sebesar USD128,89 juta, dan utang bunga ASA sebesar USD29,62 juta.

Enterprise value ASA ditetapkan USD540 juta, melebihi 50 persen ekuitas PSAB per 30 Juni 2025 yang tercatat USD431,71 juta. Dengan demikian, aksi korporasi ini dikategorikan sebagai transaksi material sesuai POJK No.17/2020.

Sebagai rangkaian transaksi, JRN dan anak usaha lainnya PT J Resources Mining Services Indonesia (JRMSI) juga akan mengalihkan hak atas lahan seluas total 480 hektar di Kotabunan kepada ASA. 

Lahan tersebut sebelumnya dibebaskan oleh JRN dan JRMSI agar dapat dipergunakan untuk operasional Proyek Doup. Nilai lahan ditaksir Rp187,67 miliar.

Fairness opinion yang disusun KJPP Kusnanto & Rekan menyatakan transaksi ini wajar, dengan nilai pasar ASA dan utang terkait diperkirakan sebesar USD512,41 juta per 30 Juni 2025.

Direktur PSAB, Sanjaya J., menegaskan bahwa divestasi dilakukan untuk memperkuat posisi keuangan grup. 

“Dana hasil divestasi akan memperbaiki likuiditas, mengurangi beban pinjaman, serta mendukung modal kerja dan pengembangan aset tambang lainnya,” ujarnya dalam laporan resmi.

PSAB menilai pelepasan ASA tidak berdampak langsung pada pendapatan konsolidasian saat ini, mengingat ASA belum beroperasi secara komersial. Proyek Doup masih dalam tahap konstruksi dan membutuhkan pendanaan besar untuk memasuki fase produksi.

Dengan transaksi ini, perseroan berharap dapat mengalihkan fokus pada aset tambang emas yang sudah berproduksi maupun proyek lain yang lebih prospektif. 

Dana segar juga diproyeksikan meningkatkan kinerja operasional dan konsolidasian dalam jangka panjang.

Kinerja Saham PASB

Menjelang pengumuman aksi korporasi, saham PSAB ditutup menguat 4,81 persen atau naik 25 poin ke level Rp545 pada perdagangan Jumat, 26 September 2025.

Saham bergerak di rentang Rp520–Rp550 dengan volume transaksi 671,45 juta lot dan nilai Rp36,1 miliar.

Penguatan ini menandai rebound setelah dua hari sebelumnya saham terkoreksi. 

Secara mingguan, PSAB mencatat volatilitas cukup tinggi, termasuk penurunan tajam 6,14 persen pada 24 September sebelum kembali pulih. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait