Market Hari Ini 16 Apr 2026 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

PT Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) Konversi Utang jadi Saham

UNSP akan mengonversi utang menjadi 14,5 miliar saham baru melalui PMTHMETD, yang berpotensi menggerus kepemilikan pemegang saham lama hingga 85,3 persen.

UNSP konversi utang jadi saham baru lewat PMTHMETD jumbo. Aksi ini berpotensi menurunkan porsi kepemilikan investor lama hingga 85,3 persen.

Ilustrasi PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk yang berencana melakukan restrukturisasi utang. Foto: dok UNSP
Ilustrasi PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk yang berencana melakukan restrukturisasi utang. Foto: dok UNSP

KABARBURSA.COM – PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) berencana menempuh langkah restrukturisasi besar melalui konversi utang menjadi saham baru.

Dalam keterbukaan informasi, perseroan mengungkapkan rencana konversi sebagian utang perseroan kepada krediturnya melalui penerbitan saham baru melalui mekanisme PMTHMETD dalam rangka perbaikan posisi keuangan.

Aksi korporasi ini dilakukan melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dengan menerbitkan 14.505.112.734 saham seri B bernilai nominal Rp100 per saham, atau setara 580,17 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

“Dengan dilakukannya Rencana PMTHMETD, maka setiap pemegang saham lama perseroan akan mengalami penurunan persentase kepemilikan sahamnya sebesar 85,30 persen,” tulis manajemen UNSP dalam keterbukaan informasi publik, Rabu, 15 April 2026.

Rencana ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Mei 2026.

Jika dilihat secara fundamental, total aset UNSP tercatat sekitar Rp3,488 triliun. Sementara total liabilitas mencapai Rp8,759 triliun, sehingga ekuitas berada di posisi negatif Rp5,271 triliun.

Kondisi ini tercermin pada rasio likuiditas yang rendah, dengan current ratio sebesar 0,11 dan modal kerja minus Rp7,484 triliun, menunjukkan keterbatasan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.

Di sisi operasional, kinerja perseroan masih berjalan. Dalam 12 bulan terakhir, pendapatan tercatat Rp2,557 triliun dengan EBITDA sebesar Rp546 miliar dan laba bersih Rp16 miliar.

Secara kuartalan, pendapatan tumbuh 27,23 persen secara tahunan, sementara laba bersih meningkat 104,21 persen. Namun, pergerakan laba masih fluktuatif dan sebagian dipengaruhi oleh komponen di luar kegiatan operasional utama.

Di pasar saham, pergerakan UNSP menunjukkan volatilitas tinggi. Dalam satu bulan terakhir, saham ini naik sekitar 44,80 persen, meski dalam periode tiga bulan masih terkoreksi 32,96 persen.

Secara teknikal, level 400 menjadi area resistance yang belum mampu ditembus secara konsisten, sementara harga saat ini bergerak di kisaran tengah setelah rebound dari level bawah.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait