Market Hari Ini 06 Apr 2026 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

PT Merdeka Battery Materials (MBMA) Lakukan Transaksi Afiliasi, Efisiensi atau Risiko?

MBMA lakukan transaksi afiliasi antar entitas grup untuk efisiensi, namun aspek transparansi dan tata kelola tetap jadi perhatian investor.

MBMA lakukan transaksi afiliasi antar anak usaha. Efisiensi meningkat, namun transparansi dan tata kelola jadi sorotan pasar.

Ilustrasi PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melakukan trasaksi afiliasi. Foto: MBMA
Ilustrasi PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melakukan trasaksi afiliasi. Foto: MBMA

KABARBURSA.COM – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melakukan transaksi afiliasi melalui perjanjian penyediaan jasa antara PT Merdeka Mining Servis (MMS) dengan dua entitas anak, yakni PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) dan PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI). Perjanjian ini mulai berlaku efektif pada 2 April 2026.

Langkah ini diklaim mampu mencerminkan kuatnya integrasi bisnis di dalam grup MBMA, yang mengelola rantai nilai dari pertambangan hingga pengolahan mineral secara terintegrasi.

Namun, di sisi lain, transaksi antar entitas dalam satu grup juga menyoroti aspek tata kelola dan transparansi yang menjadi perhatian di pasar modal.

“Transaksi-Transaksi tersebut merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan,” tulis perseroan dalam keterbukaan informasi, dikutip Senin, 6 April 2026. 

Dalam struktur bisnisnya, MBMA bertindak sebagai perusahaan induk yang membawahi berbagai entitas usaha di sektor pertambangan nikel dan mineral lainnya, termasuk kegiatan pengolahan dan layanan penunjang.

Model bisnis yang terintegrasi ini diklaim mampu memungkinkan perusahaan mengoptimalkan efisiensi operasional melalui sinergi antar entitas.

MMS sendiri menjalankan peran sebagai penyedia jasa penunjang, mulai dari aktivitas konstruksi, rekayasa teknik, hingga layanan pendukung pertambangan.

Sementara itu, SCM berfokus pada kegiatan pertambangan bijih nikel, sedangkan MTI bergerak di sektor industri pengolahan logam dan kimia dasar.

Transaksi jasa antar entitas ini dinilai sebagai bagian dari praktik bisnis yang umum dalam grup usaha terintegrasi. Meski demikian, regulasi mewajibkan transaksi afiliasi melalui proses penilaian independen untuk memastikan kewajaran nilai dan mencegah potensi benturan kepentingan.

Perseroan menyebut, transaksi tersebut telah memenuhi ketentuan yang berlaku serta melalui prosedur yang ditetapkan regulator, termasuk penggunaan penilai independen dalam menentukan kewajaran transaksi.

Di tengah ekspansi industri nikel yang kian strategis, langkah MBMA memperkuat sinergi internal menjadi bagian dari upaya menjaga efisiensi dan kesinambungan operasional. Namun demikian, transparansi dan akuntabilitas tetap menjadi aspek penting yang diperhatikan investor dalam menilai transaksi afiliasi semacam ini.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait