KABARBURSA.COM – Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) diakumulasi investor asing setelah perusahaan membukukan kinerja positif pada kuartal I 2026.
Aksi akumulasi asing terlihat sejak PTBA mempublikasikan laporan keuangan kuartal I pada 30 April 2026.
Berdasarkan data Stockbit periode 30 April hingga 8 Mei 2026, AK menjadi broker yang menampung dana asing paling besar dengan nilai mencapai Rp18,1 miliar pada harga rata-rata Rp2.916 per saham.
Broker ZP juga tercatat mengoleksi saham emiten pelat merah ini senilai RpRp6,9 miliar dengan rata-rata harga Rp2.908 per saham. Broker lain seperti AG, KK, BK, hingga LG turut masuk dalam jajaran pembeli dominan.
Di sisi lain, tekanan jual asing relatif terbatas. Broker CC menjadi penjual terbesar dengan nilai jual Rp4,2 miliar, disusul TP sebesar Rp588,4 juta dan NI Rp115 juta.
Dari sisi analis, sentimen terhadap saham PTBA cenderung stabil. Berdasarkan konsensus 26 analis Stockbit, 11 analis memberikan rekomendasi buy, 10 hold, dan 5 sell.
Sementara itu, target harga rata-rata analis berada di level Rp2.902 per saham, sedikit di atas harga penutupan terakhir, Jumat, 8 Mei 2026 yang berada di kisaran Rp2.860. Adapun estimasi target tertinggi mencapai Rp3.600, sedangkan target terendah berada di Rp1.800.
Kinerja Kuartal I 2026
PTBA berhasil mencetak kinerja positif pada tiga bulan pertama 2026. Merujuk laporan keuangan yang dipublikasikan, emiten ini memcatat pendapatan sebesar Rp9,93 triliun, angka ini relatif stabil jika dibandingkan periode serupa tahun lalu yang senilai Rp9,95 triliun.
Kendati demikian, PTBA sukses menekan beban pokok menjadi Rp8,38 triliun dari sebelumnya Rp8,91 triliun. Dengan begitu, laba bruto PTBA menungkat signifikan Rp1,54 triliun, atau naik dibandingkan capaian Rp1,04 triliun pada kuartal I 2025.
Kinerja tersebut memberikan dampak langsung pada peningkatan laba sebelum pajak hingga mencapai Rp1,03 triliun. Angka ini melonjak tajam jika dibandingkan kuartal I 2025 yang sebesar Rp518,1 miliar.
Adapun laba bersih PTBA pada kuartal ai 2026 tercatat sebesar Rp801,79 miliar, melonjak dari Rp391,47 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Berpindah ke sisi neraca, keuangan PTBA masih terbilang solid. Total ekuitas Perseroan naik menjadi Rp23,67 triliun hingga akhir Maret 2026, dibanding posisi akhir 2025 sebanyak Rp22,61 triliun. Sementara total liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp19,55 triliun dari sebelumnya Rp21,30 triliun. (*)