Market Hari Ini 07 Jan 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

PTBA Gas Eksplorasi Tambang Lama, Ada Strategi Apa?

Bukit Asam mengalokasikan Rp27,15 miliar untuk eksplorasi Triwulan IV 2025 di Tanjung Enim.

PTBA menggelontorkan Rp27,15 miliar untuk eksplorasi tambang aktif pada Triwulan IV 2025 dan melanjutkan program hingga 2026.

Program eksplorasi tersebut difokuskan di Tanjung Enim Mining Site dan akan berlanjut hingga 2026. (Foto: Dok. PTBA)
Program eksplorasi tersebut difokuskan di Tanjung Enim Mining Site dan akan berlanjut hingga 2026. (Foto: Dok. PTBA)

KABARBURSA.COM – PT Bukit Asam Tbk menggelontorkan dana eksplorasi Rp27,15 miliar pada Triwulan IV 2025 untuk wilayah tambang yang telah beroperasi. Program eksplorasi tersebut difokuskan di Tanjung Enim Mining Site dan akan berlanjut hingga 2026.

Pada keterbukaan informasi, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Eko Prayitno menyampaikan bahwa laporan tersebut disampaikan untuk memenuhi ketentuan bursa. 

“Sepanjang periode Oktober hingga Desember 2025, seluruh kegiatan eksplorasi PTBA dilakukan di Tanjung Enim Mining Site, Sumatera Selatan,” tulis Eko dalam dokumen resmi, Rabu, 7 Januari 2026.

Total biaya yang telah direalisasikan mencapai Rp27,15 miliar dan masih bersifat unaudited. Aktivitas eksplorasi dilaksanakan oleh tim internal perseroan serta kontraktor jasa pengeboran.

Kegiatan eksplorasi tersebut mencakup pemetaan geologi, pengeboran, logging geofisika, pengambilan dan pengujian sampel batubara serta batuan, hingga pemantauan Top of Coal dan Bottom of Coal. Seluruh aktivitas diarahkan untuk mendukung kebutuhan data geologi pada area tambang aktif.

Pada aspek pengeboran, perseroan merealisasikan 95 titik bor dengan total kedalaman 19.142 meter. Pengeboran dilakukan pada empat wilayah izin usaha pertambangan, yakni Air Laya, Muara Tiga Besar, Banko Barat, dan Banko Tengah B. Kegiatan ini ditujukan untuk infill drilling di tambang aktif serta perluasan cakupan area eksplorasi.

Selain itu, PTBA melakukan logging geofisika pada 95 titik bor dengan total panjang 17.012 meter. Aktivitas ini melengkapi data bawah permukaan untuk meningkatkan ketelitian pemodelan geologi dan karakteristik lapisan batubara.

Dalam rangka pengendalian kualitas, perseroan mengambil 950 conto batubara dari inti bor dan front tambang. Pengambilan sampel juga mencakup 210 conto batuan untuk uji keasaman serta 440 conto batuan untuk uji mekanika batuan. Seluruh kegiatan sampling dilakukan di lima wilayah IUP di Tanjung Enim.

PTBA turut merealisasikan monitoring pengukuran Top of Coal dan Bottom of Coal dengan cakupan area mencapai 476 hektare. Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga ketepatan batas lapisan batubara pada area tambang yang sedang beroperasi.

Dalam laporan yang sama, perseroan menyatakan bahwa hampir seluruh kegiatan eksplorasi akan dilanjutkan pada Triwulan I 2026 dan sepanjang tahun 2026. Rencana tindak lanjut mencakup kelanjutan pengeboran, logging geofisika, pengambilan sampel, serta aktivitas pendukung eksplorasi lainnya.

Sementara itu, pada area pertambangan milik entitas anak, PT Internasional Prima Coal, perseroan menyampaikan bahwa tidak terdapat kegiatan eksplorasi lanjutan sepanjang tahun 2025. Fokus eksplorasi perseroan sepenuhnya diarahkan pada wilayah inti Tanjung Enim. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait