Market Hari Ini 12 Apr 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

PTRO Masuk Migas Lepas Pantai, Saham Disebut Masih Punya Ruang Naik

Diversifikasi lewat lini EPCI migas usai akuisisi, ditopang kinerja melonjak 197 persen dan harga saham menguat dengan volume beli meningkat.

PTRO ekspansi ke migas lepas pantai, laba melonjak dan saham menguat. Ada ruang kenaikan ke depan?

Lini bisnis di sektor migas lepas pantai yang dilakukan PTRO membuka ruang kenaikan harga yang lebih besar. (Foto: dok Petrosea)
Lini bisnis di sektor migas lepas pantai yang dilakukan PTRO membuka ruang kenaikan harga yang lebih besar. (Foto: dok Petrosea)

Daftar Isi

  1. 01 Pendapatan Bertumbuh 28 Persen
  2. 02 Ruang Kenaikan Masih Terbuka, Buy on Weakness?

KABARBURSA.COM – PT Petrosea Tbk (PTRO) memasuki fase baru dalam arah bisnisnya setelah merampungkan rangkaian aksi korporasi yang mengubah struktur operasional perusahaan. Di tengah penguatan kinerja keuangan, langkah diversifikasi kini bergerak lebih jauh dengan pembentukan lini usaha baru di sektor migas lepas pantai.

Perubahan ini berangkat dari akuisisi Hafar, HBS, dan Scan-Bilt yang telah diselesaikan sebelumnya. Melalui akuisisi tersebut, PTRO membentuk lini bisnis engineering, procurement, construction, and installation (EPCI) migas lepas pantai, yang menjadi pintu masuk ke segmen industri baru di luar bisnis inti jasa pertambangan.

Direktur PTRO Kartika Hendrawan, menyebut pembentukan lini ini sebagai fondasi awal pengembangan portofolio usaha ke sektor migas. Langkah tersebut sekaligus menandai pergeseran strategi perusahaan yang sebelumnya bertumpu pada jasa penunjang pertambangan, menjadi lebih terdiversifikasi dengan tambahan eksposur ke energi lepas pantai.

Arah ini sejalan dengan strategi yang disampaikan dalam RUPST tahun buku 2025, di mana diversifikasi usaha ditetapkan sebagai pilar utama dalam menjaga keberlanjutan kinerja. Perusahaan tidak hanya memperluas sumber pendapatan, tetapi juga berupaya mengurangi ketergantungan terhadap satu segmen usaha yang selama ini menjadi kontributor utama.

Pendapatan Bertumbuh 28 Persen

Dari sisi kinerja, langkah tersebut muncul di tengah pertumbuhan yang cukup signifikan. Sepanjang 2025, PTRO membukukan pendapatan sebesar USD886,46 juta atau sekitar Rp14,8 triliun. Angka ini meningkat sekitar 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat USD28,81 juta atau sekitar Rp483,3 miliar, naik 197 persen secara tahunan.

Kenaikan ini terjadi seiring meningkatnya aktivitas proyek pertambangan yang masih menjadi tulang punggung bisnis. Namun, dengan masuknya lini EPCI migas, struktur pendapatan ke depan berpotensi mengalami perubahan, seiring bertambahnya kontribusi dari sektor baru yang mulai dibangun.

Selain ekspansi bisnis, RUPST juga menetapkan agenda rutin berupa persetujuan laporan tahunan dan pemberian acquit et de charge kepada Direksi dan Dewan Komisaris. Keputusan ini menegaskan bahwa kinerja operasional dan tata kelola perusahaan selama 2025 telah diterima oleh pemegang saham.

Dalam konteks pasar, langkah diversifikasi ini membentuk lapisan sentimen yang berbeda terhadap saham PTRO. Ekspansi ke sektor migas membuka ruang pertumbuhan baru, tetapi pada saat yang sama juga membawa perubahan profil bisnis yang membutuhkan waktu untuk terlihat pada kinerja keuangan secara penuh.

Ruang Kenaikan Masih Terbuka, Buy on Weakness?

Dari sisi pergerakan saham, PTRO ditutup menguat 2,38 persen ke level 5.375 dengan dukungan volume pembelian yang meningkat. Aktivitas ini menunjukkan adanya partisipasi pasar yang tetap terjaga, meskipun harga bergerak dalam rentang yang masih terbatas.

Dalam kerangka teknikal, posisi saham berada dalam fase awal pergerakan lanjutan, dengan rentang harga yang masih membuka ruang menuju area 5.925 hingga 6.200. Sementara itu, kisaran 4.920 hingga 5.225 menjadi area yang sebelumnya menjadi titik pergerakan harga dan berpotensi kembali diuji.

Jika disandingkan dengan keseluruhan data, PTRO saat ini berada pada fase transisi antara penguatan kinerja historis dan pembentukan arah bisnis baru. Aksi korporasi melalui akuisisi dan pembentukan lini EPCI migas menjadi faktor yang membentuk ekspektasi ke depan, sementara pergerakan saham masih bergerak mengikuti dinamika jangka pendek di pasar.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait