Market Hari Ini 21 Sep 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

PTRO Ngebut, Saham Meroket di Tengah Aksi Akuisisi SBPL

Saham PTRO naik 2,91 persen ke Rp5.300 usai rencana akuisisi SBPL, valuasi premium, proyeksi pendapatan dan laba bersih positif.

Saham PTRO naik 2,91 persen ke Rp5.300 usai rencana akuisisi SBPL, valuasi premium, proyeksi pendapatan dan laba bersih positif.

Saham emiten jasa pertambangan dan konstruksi ini ditutup naik 150 poin atau 2,91 persen ke level Rp5.300. (Foto: Dok. Petrosea)
Saham emiten jasa pertambangan dan konstruksi ini ditutup naik 150 poin atau 2,91 persen ke level Rp5.300. (Foto: Dok. Petrosea)

KABARBURSA.COM – Harga saham PT Petrosea Tbk (PTRO) menguat pada perdagangan Jumat, 19 September 2025. Saham emiten jasa pertambangan dan konstruksi ini ditutup naik 150 poin atau 2,91 persen ke level Rp5.300.

Sepanjang perdagangan, saham PTRO sempat menyentuh level tertinggi Rp5.675 dan terendah Rp4.970. Volume transaksi tercatat 1,74 juta lot dengan nilai mencapai Rp939,9 miliar. Kapitalisasi pasar ikut terdorong seiring sentimen positif aksi korporasi dan proyeksi kinerja yang lebih cerah.

Penguatan ini memperpanjang tren kenaikan harga saham PTRO dalam sepekan terakhir. Sejak 11 September 2025, saham perseroan telah naik dari level Rp3.720 hingga kini menembus Rp5.300. Kenaikan beruntun tersebut setara 42 persen dalam kurun waktu tujuh hari bursa.

Dari sisi valuasi, data perdagangan menunjukkan rasio price to earnings (PE) tahunan PTRO berada di level 1.512 kali. Sementara PE TTM tercatat 351,50 kali. Angka ini jauh di atas median IHSG sebesar 8,89 kali. 

Meski demikian, price to book value berada di 13,72 kali dan price to sales di 4,59 kali. Rasio ini menandakan valuasi pasar yang menempatkan PTRO sebagai saham premium dengan ekspektasi pertumbuhan tinggi.

Sementara itu, earnings yield tercatat hanya 0,28 persen, sedangkan price to free cash flow masih minus. Dari sisi leverage, EV to EBITDA berada di 28,99 kali dan EV to EBIT di 69,03 kali. Indikator tersebut memperlihatkan ekspektasi investor terhadap proyeksi pendapatan jangka panjang perseroan.

Dari sisi aksi korporasi, perseroan mengumumkan penandatanganan non-binding term sheet dengan pemegang saham Scan-Bilt Pte. Ltd. (SBPL) pada 19 September 2025. Perusahaan asal Singapura itu bergerak di bidang plant civil engineering construction dan maintenance work untuk industri kimia dan minyak serta gas onshore.

Presiden Direktur PT Petrosea Tbk, Michael, menyebutkan akuisisi mayoritas saham SBPL merupakan bagian dari strategi pertumbuhan dan diversifikasi. “Sebagai langkah strategis, Petrosea akan mengembangkan SBPL sebagai business hub bagi ekspansi bisnis ke kawasan Asia Pasifik yang mencakup Singapura, Papua Nugini dan Indonesia,” ujarnya dalam siaran pers.

Manajemen menegaskan rencana akuisisi ini akan memperkuat posisi Petrosea di sektor non-batu bara, khususnya kimia dan energi. SBPL memiliki rekam jejak panjang dalam proyek konstruksi strategis di kawasan Asia Pasifik, termasuk untuk Shell Eastern Petroleum dan Aster Chemicals and Energy.

Corporate Secretary PT Petrosea Tbk, Anto Broto, dalam keterbukaan informasi menjelaskan bahwa pengambilalihan mayoritas SBPL merupakan bagian dari strategi pertumbuhan perseroan. “Rencana akuisisi ini akan memberikan dampak positif bagi Petrosea dan menjadi bagian dari pengembangan usaha ke depan,” katanya dalam laporan resmi.

SBPL diketahui pernah mengerjakan proyek piling dan civil engineering construction di Pulau Bukom milik Shell Eastern Petroleum Pte Ltd., serta proyek Effluent Treatment Recycling Plant dan Stolthaven Expansion Project di Singapura. Portofolio proyek ini dinilai memperkuat potensi sinergi bisnis Petrosea di kawasan Asia Pasifik.

Seiring dengan aksi korporasi tersebut, prospek pendapatan dan laba bersih PTRO diproyeksikan meningkat. Diversifikasi bisnis ke sektor non-coal, termasuk energi dan kimia, membuka peluang pendapatan baru yang lebih stabil.

Dalam siaran pers, perseroan menekankan strategi jangka panjang untuk memperluas portofolio bisnis. Petrosea berkomitmen menyediakan layanan pertambangan dan konstruksi berkelanjutan, mendukung sektor emas dan mineral, serta mengembangkan solusi EPCI lepas pantai.

Kinerja saham PTRO yang menguat belakangan ini juga tidak lepas dari sentimen positif pasar terhadap diversifikasi tersebut. Investor menilai langkah Petrosea memperkuat portofolio bisnis dapat meningkatkan daya saing sekaligus memperbaiki struktur pendapatan jangka panjang.

Dengan catatan kenaikan signifikan dalam sepekan, saham PTRO kini diperdagangkan jauh di atas level awal September yang sempat berada di Rp3.470. Tren positif ini menempatkan PTRO sebagai salah satu saham sektor energi dan konstruksi yang paling aktif diburu investor dalam beberapa hari terakhir.

Manajemen menegaskan proses akuisisi SBPL masih berada pada tahap awal. Finalisasi transaksi akan dilakukan setelah proses due diligence dan negosiasi selesai. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait