Market Hari Ini 26 Jan 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Punya Pengendali Baru, Saham ASLI Malah Anjlok

Masuknya pengendali baru dari jaringan usaha Haji Isam belum langsung direspons positif pasar, dengan tekanan jual masih dominan dan saham ASLI terkoreksi di tengah penantian tender offer.

Saham ASLI turun 2,56% meski WKM resmi menjadi pengendali baru. Pasar masih menimbang dampak akuisisi dan menunggu kejelasan mandatory tender offer.

ASLI hari ini anjlok hingga 2 persen lebih, meski kabar resminya H Isam masuk menjadi pengendali bisa sebagai katalis positif yang menguatkan harga. Foto: Asri karta Lestari.
ASLI hari ini anjlok hingga 2 persen lebih, meski kabar resminya H Isam masuk menjadi pengendali bisa sebagai katalis positif yang menguatkan harga. Foto: Asri karta Lestari.

KABARBURSA.COM – Saham PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) bergerak berlawanan arah dengan kabar masuknya pengendali baru. Pada perdagangan Senin, 26 Januari 2026, ASLI ditutup melemah 2,56 persen ke level 570, meski sebelumnya sempat dibuka di 605 dan menyentuh level tertinggi 625. 

Penurunan ini terjadi di tengah konfirmasi bahwa PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM), yang terafiliasi dengan jaringan usaha Haji Isam, resmi mengambil alih kendali ASLI.

Secara korporasi, transaksi ini tergolong signifikan. WKM mengakuisisi sebanyak 4,345 miliar saham ASLI atau setara 69,52 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dari jumlah tersebut, 3,92 miliar saham atau 62,72 persen telah direalisasikan melalui transaksi pasar negosiasi pada 19 Januari 2026 dari pemegang saham sebelumnya, Sudjatmiko. 

Dengan struktur ini, WKM secara efektif menjadi pengendali baru ASLI dan berkewajiban melaksanakan Penawaran Tender Wajib atau mandatory tender offer atas sisa saham publik sesuai ketentuan POJK.

Masuknya WKM, dengan rekam jejak proyek konstruksi yang luas dan keterkaitan dengan ekosistem bisnis Haji Isam, secara fundamental diposisikan sebagai katalis positif. Manajemen ASLI menilai sinergi ini membuka peluang ekspansi yang lebih besar, baik di segmen konstruksi gedung maupun konstruksi sipil. 

Portofolio proyek WKM, mulai dari infrastruktur pelabuhan, fasilitas industri, proyek pertahanan, hingga bangunan publik, dinilai dapat menjadi sumber order book baru bagi ASLI.

Namun, respons pasar jangka pendek menunjukkan cerita yang berbeda. Dari sisi data perdagangan, tekanan jual terlihat cukup dominan. Sepanjang sesi, volume transaksi mencapai sekitar 138 ribu lot dengan nilai Rp8,3 miliar. 

Struktur orderbook memperlihatkan suplai yang menebal di sisi offer, terutama di rentang 575 hingga 615. Antrean jual di level 600 bahkan terlihat cukup besar, menandakan adanya keinginan pasar untuk melepas saham di area tersebut. 

Sementara itu, sisi bid cenderung lebih tipis dan tersebar di area 520 hingga 565, mencerminkan minat beli yang belum cukup agresif untuk menahan tekanan.

Pola ini mengindikasikan bahwa kabar pengambilalihan lebih banyak dimanfaatkan sebagai momentum distribusi jangka pendek. Tidak jarang dalam kasus perubahan pengendali, sebagian pelaku pasar memilih mengamankan keuntungan atau mengurangi eksposur sambil menunggu kejelasan harga tender offer, struktur valuasi, serta arah kebijakan baru pasca-akuisisi. 

Tekanan semacam ini membuat sentimen positif secara fundamental belum langsung diterjemahkan menjadi kenaikan harga di pasar reguler.

Selain itu, faktor teknis turut berperan. ASLI sempat bergerak naik intraday hingga 625, namun gagal bertahan di area tersebut dan berbalik melemah hingga mendekati low di 560. Pola ini menunjukkan bahwa setiap upaya kenaikan cepat langsung berhadapan dengan suplai yang cukup agresif. 

Selama harga belum mampu bertahan di atas area psikologis 600, pasar cenderung membaca pergerakan ini sebagai fase penyesuaian ulang pasca-transaksi besar, bukan awal tren naik baru.

Dengan demikian, penurunan harga ASLI di tengah kabar masuknya pengendali baru tidak serta-merta mencerminkan penolakan pasar terhadap aksi korporasi tersebut. Lebih tepat dibaca sebagai dinamika jangka pendek, di mana pelaku pasar masih menimbang dampak nyata akuisisi, termasuk rencana integrasi, potensi proyek yang benar-benar mengalir ke ASLI, serta parameter harga dalam mandatory tender offer yang akan datang. 

Dalam fase seperti ini, sentimen positif fundamental sering kali membutuhkan waktu sebelum sepenuhnya tercermin dalam pergerakan harga saham.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait