Market Hari Ini 05 Mar 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Ramadan Tiba, Pemerintah Impor Bahan Pangan, Apa Saja?

Ramadan Tiba, Pemerintah Impor Bahan Pangan, Apa Saja?
Ramadan Tiba, Pemerintah Impor Bahan Pangan, Apa Saja?

KABARBURSA.COM - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan impor sejumlah komoditas bahan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2024. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Isy Karim, menyatakan, sejumlah bahan pokok yang diimpor adalah kedelai, bawang putih, gula, daging sapi, dan beras.

Isy menyatakan, pemerintah melakukan impor komoditas kedelai lebih dari 90 persen untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Kedelai ini masih lebih dari 90 persen kita impor, padahal kedelai ini adalah makanan rakyat kebanyakan ada tahu dan tempe, tapi kita tidak tinggak diam, kita mulai program tanam di Lampung untuk kurangi impor kedelai," kata Isy dalam diskusi bertajuk "Persiapan Ramadan, Kondisi Harga Bahan Pokok" secara virtual, pada Senin, 4 Maret 2024, kemarin.

Isy menyatakan, selain kedelai, pemerintah juga melakukan impor terhadap komoditas bawang putih dan gula pasir. Ia menyatakan, kebutuhan gula pasir tercatat sekitar 7 juta ton setiap tahunnya. Adapun kebutuhan gula konsumsi sekitar 3,6 juta ton.

"Sampai 7 juta itu (total) untuk industri dalam negeri juga yang berbahan gula terutama yang makanan dan minuman," ujarnya. Kemudian pemerintah melakukan impor beras sebanyak 2 juta ton dan ditambah sebanyak 1,6 juta ton sehingga totalnya menjadi 3,6 juta ton.

Terakhir, Isy menyatakan, pemerintah juga telah mengeluarkan izin untuk impor sapi bakalan. Impor sapi bakalan ini, katanya, dilakukan sekitar 40 persen. "Kita juga punya nilai tambah yang diimpor sapi bakalan, sapi yang masih perlu penggemukan sehingga masyarakat punya usaha lain selain bertani juga bisa menggemukkan sapi," ucapnya.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait