Market Hari Ini 24 Feb 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Rasisme di Google, Karyawan Resign

Rasisme di Google, Karyawan Resign
Rasisme di Google, Karyawan Resign

KABARBURSA.COM - Shaun Maguire, seorang mantan staf Google, baru-baru ini mengungkap bahwa dia mengundurkan diri dari perusahaan tersebut setelah menduga ditolak promosi jabatan karena warna kulitnya yang putih. Maguire menggambarkan Google sebagai tempat yang terbakar.

Sebelum benar-benar membagikan kisahnya, Maguire melakukan jajak pendapat di platform X dengan bertanya kepada pengguna apakah dia seharusnya mengungkapkan pengalamannya secara publik ketika dia tidak berhasil memperoleh promosi jabatan karena warna kulitnya yang putih. Sebanyak 91 persen dari responden menjawab 'Ya'. Dia mengungkap bahwa Google menyangkal kejadian tersebut dan tidak ada staf dari Google yang mencoba menghubunginya.

“Sejujurnya, ini menyedihkan. Saya tidak ingin kompensasi apapun. Saya hanya ingin Anda (Google) memperbaiki permasalahan ini, khususnya jika Anda ingin unggul dalam hal AI,” kata Maguire.

Dilansir dari ndtv.com, Maguire bekerja di Google pada 2016 sampai 2019. Meskipun dia salah satu karyawan dengan kinerja cemerlang di perusahaan, atasannya di Google Ventures memberitahunya kalau promosi jabatan sering dibatasi quota. Ucapan itu seolah mengartikan meskipun Maguire punya kinerja paling bagus, namun atasannya tak bisa memberikan promosi jabatan karena ada batasan quota dan Maguire mungkin akan kebagian kesempatan berikutnya sehingga dia diminta bersabar.

Dugaan quota dalam promosi jabatan muncul setelah ada tekanan dari beberapa kelompok karyawan yang terbentuk usai #MeToo skandal, yang menuntut perempuan lebih banyak direkrut bekerja dan kandidat dalam promosi jabatan lebih beragam di Google.

Atasan Maguire awalnya berkeras quota promosi jabatan itu berdasarkan keberagaman, namun komitmen itu luntur karena ancaman beberapa karyawan yang mengudurkan diri. Tekanan ini pun akhirnya sampai ke pendiri Google Sergey Brin dan Larry Page, namun Google menolak klaim tersebut

“Pendiri Google dan dewan direksi tidak pernah berbicara dengan (google Ventures) mengenai permasalahan pribadi. Shaun adalah investor bertalenta dan kami mendoakannya. Keputusan soal promosi jabatannya dan kenaikan karirnya di Google Ventures tidak pernah sama sekali melibatkan pertimbangan ras dan gendernya,” demikian keterangan Juru bicara Google seperti dipublikasi New York Post.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait