Market Hari Ini 06 May 2024 Penulis: Syahrianto Editor: Tim Editorial

Rata-rata Perusahaan RI Upahi Buruh Rp3 Juta, Terendah Jasa

Rata-rata Perusahaan RI Upahi Buruh Rp3 Juta, Terendah Jasa
Rata-rata Perusahaan RI Upahi Buruh Rp3 Juta, Terendah Jasa

KABARBURSA.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) menyebut bahwa rata-rata upah buruh pada Februari 2024 mencapai Rp3,04 juta per bulan.

Menurut pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS Amalia A. Widyasanti, angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 3,27 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang berada di angka Rp2,94 juta.

Berdasarkan jenis kelamin, rata-rata upah buruh laki-laki adalah Rp3,30 juta per bulan, sementara upah buruh perempuan mencapai Rp2,57 juta per bulan.

Meskipun demikian, masih terdapat beberapa pekerjaan dengan gaji di bawah rata-rata upah buruh sebesar Rp3,04 juta tersebut.

Berdasarkan data yang dirilis oleh BPS dari survei yang diterbitkan pada Senin, 6 Mei 2024, terdapat setidaknya 8 dari total 17 kategori aktivitas pekerjaan yang disurvei oleh BPS, dengan rata-rata gaji di bawah Rp2,04 juta.

Sektor aktivitas pekerjaan dengan rata-rata gaji terendah berada pada aktivitas jasa dan sektor lainnya, dengan rata-rata gaji hanya sebesar Rp1,74 juta.

Kemudian, di posisi kedua, sektor pertanian menempati posisi dengan rata-rata upah sebesar Rp2,24 juta per bulan. Sementara, BPS mencatatkan rerata upah tertinggi berada pada pekerja di sektor aktivitas keuangan yang mencapai Rp5,15 juta/bulan.

Sementara itu, dalam laporan yang sama, Amalia mengatakan bahwa angka pengangguran di Indonesia per Februari 2024 mencapai 7,2 juta orang, mengalami penurunan sebesar 9,89 persen jika dibandingkan dengan Februari 2023.

“Jumlah pengangguran sekarang 7,2 juta orang. Jika dibanding tahun lalu di periode yang sama, jumlahnya berkurang sebanyak 0,79 juta orang atau turun sebesar 9,89 persen,” kata Amalia.

Dia mengungkapkan, per Februari 2024 terdapat 214 juta penduduk usia kerja. Jumlah ini meningkat sebanyak 2,41 juta orang jika dibandingkan dengan Februari 2023.

Lanjut dia, perkembangan penduduk usia kerja dibandingkan Februari tahun lalu adalah angkatan kerja mencapai 149,38 juta orang atau bertambah 2,76 juta orang atau tumbuh sebesar 1,88 persen.

“Bukan angkatan kerja mencapai 64,62 juta orang atau lebih rendah sekitar 0,35 juta orang yang kira-kira turun sebesar 0,54 persen,” terangnya.

Dengan demikian, Amalia merinci jumlah penduduk yang bekerja saat ini mencapai 142,18 juta orang, bertambah sebanyak 3,55 juta orang atau naik sebesar 2,56 persen dibanding Februari 2023.

Adapun para pekerja tersebut dibagi menjadi dua. Pertama adalah pekerja penuh dengan total 93,27 juta orang, bertambah 1,11 juta orang, naik sebesar 1,20 persen.

Kemudian pekerja paruh waktu yakni sebanyak 36,80 juta orang, atau berkurang 0,08 juta orang, turun sebesar 0,22 persen.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait