KABARBURSA.COM - PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) menetapkan pertumbuhan penjualan tahun buku 2025 sebesar 10 persen dibanding capaian 2024.
Mengacu laporan tahunan RBMS 2024 yang dirilis BEI, perseroan menunjukkan optimisme tinggi. Strategi bisnis makin agresif ditambah momentum kebangkitan sektor properti nasional dipercaya bakal mendorong pencapaian target.
Sepanjang 2024, RBMS mencatat penjualan sebesar Rp 159,86 miliar, melampaui proyeksi awal sebesar Rp 141 miliar. Manajemen mempertimbangkan pembagian dividen berdasarkan performa usaha, kondisi arus kas, dan stabilitas keuangan tahun berjalan.
Taktik itu dipandang sebagai keseimbangan antara hak pemegang saham dan kebutuhan ekspansi usaha. RBMS juga menyambut program ambisius pemerintah: membangun tiga juta rumah guna membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mendapatkan hunian layak.
Program ini didukung alokasi dana Rp 28,2 triliun melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), serta kebijakan insentif seperti penghapusan BPHTB dan percepatan perizinan. Semua diharapkan memberi dorongan positif bagi sektor properti secara menyeluruh.
Manajemen menganggap momentum itu sebagai panggung untuk memperkuat kontributifitas dalam penyediaan hunian terjangkau. RBMS berkomitmen mengambil peran aktif, sejalan visi memperluas akses kepemilikan rumah bagi MBR.
Tak hanya bergantung pada perumahan massal, RBMS juga menggantungkan harapan pada proyek unggulan Cipondoh Lake View yang baru diluncurkan. Respons pasar menunjukkan peningkatan dibanding tahun lalu—sinyal kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk RBMS.
Di ranah pariwisata, sektor perhotelan di Bali juga diproyeksikan menjadi tulang punggung baru. Dengan kunjungan wisatawan mancanegara yang diperkirakan mencapai 6,6 juta pada 2024 dan tren terus menguat di 2025, okupansi hotel diprediksi meroket. Hal tersebut membuka peluang signifikan untuk pendapatan unit bisnis hospitality.
Momentum optimisme bertambah setelah Bali masuk daftar 20 destinasi wisata terbaik Asia 2025. Citra positif ini diharapkan menarik lebih banyak wisatawan global, sekaligus menopang prospek RBMS di sektor pariwisata dan perhotelan. Akhirnya, hal ini memperkuat proyeksi pertumbuhan pendapatan perseroan secara berkelanjutan.(*)