Market Hari Ini 28 Nov 2024 Penulis: Yunila Wati Editor: Tim Editorial

Rekomendasi Saham DOID Pasca Akuisisi Dawson Complex

Rekomendasi Saham DOID Pasca Akuisisi Dawson Complex
Rekomendasi Saham DOID Pasca Akuisisi Dawson Complex

Daftar Isi

  1. 01 Akuisisi Dawson Complex

KABARBURSA.COM - Saham Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) terus bergerak naik. Pada Kamis, 28 November 2024, pukul 10.36 WIB, saham DOID naik signifikan sebesar 2,78 persen atau setara dengan 20 poin dan membawanya ke level Rp740.

Mengutip sebuah analisis teknikal yang disampaikan secara tertulis oleh founder Indonesia Investment Education (IIE) Rita Effendy, hari ini, saham PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) menunjukkan potensi kenaikan harga yang menarik jika saham ini mampu bertahan di atas level tertentu.

Berdasarkan pengamatan terhadap pergerakan harga saham DOID, terdapat peluang untuk melakukan pembelian di kisaran harga Rp700 hingga Rp720, selama harga dapat bertahan di atas level rata-rata bergerak (MA) 50 dan titik Fibonacci retracement 0,5.

Kedua indikator teknikal ini berfungsi sebagai level support yang dapat menjaga tren positif harga saham DOID.

Jika harga saham mampu mempertahankan level support tersebut, target harga (take profit/TP) yang realistis adalah Rp750 dan Rp790.

Target pertama berada di dekat level psikologis yang sering menjadi perhatian para investor, sementara target kedua memberikan ruang yang lebih besar bagi potensi kenaikan harga saham ini, mengingat kondisi pasar yang mungkin mendukung.

Namun, penting untuk diingat bahwa meskipun ada potensi kenaikan, investor perlu memantau level stop loss (SL) dengan seksama untuk membatasi potensi kerugian.

Level stop loss pertama ditetapkan pada harga Rp675, sementara level stop loss kedua adalah di Rp650, yang memberikan perlindungan lebih lanjut jika harga saham bergerak melawan posisi yang diambil.

Akuisisi Dawson Complex

PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) baru saja menandatangani perjanjian akuisisi untuk memperoleh 51 persen saham di Dawson Complex, salah satu tambang batu bara metalurgi terbesar di Australia.

Nilai transaksi ini mencapai USD455 juta, dengan pembayaran awal tunai sebesar USD355 juta dan sisanya dalam bentuk pembayaran bertahap. Adapun aksi korporasi ini dilakukan melalui anak perusahaan tidak langsung DOID, yaitu PT Bukit Makmur Internasional (BUMA International), yang mengikat Peabody Energy Corporation (Peabody) untuk memperoleh saham tersebut.

Akuisisi ini merupakan bagian dari langkah Delta Dunia Group untuk memperkuat posisinya sebagai pemain utama di industri batubara global, khususnya di sektor batu bara metalurgi.

Menurut Presiden Direktur Delta Dunia Group Ronald Sutardja, transaksi ini sejalan dengan rencana strategis perusahaan untuk memperluas portofolio dan menciptakan sumber pendapatan yang lebih beragam, baik dari sisi komoditas maupun wilayah geografis.

Untuk membiayai akuisisi ini, Delta Dunia Group akan menggunakan cadangan kas perusahaan, fasilitas sindikasi bank, dan fasilitas penjaminan atas kewajiban rehabilitasi tambang. Total biaya akuisisi terdiri dari pembayaran tunai langsung sebesar USD355 juta, sementara sisa USD100 juta akan dibayarkan dalam jangka waktu hingga empat tahun setelah penyelesaian transaksi.

“Kami sangat antusias dengan potensi pertumbuhan signifikan yang dibawa Dawson ke dalam portofolio kami. Kami berada di posisi yang tepat untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan kami,” ujarnya.

Dawson Complex, yang terletak di Bowen Basin, Australia, memiliki kapasitas produksi lebih dari 8 juta ton per tahun (Mtpa) dan diperkirakan dapat beroperasi lebih dari 50 tahun berkat cadangan batubara metalurgi premium yang ada.

Dengan proyeksi umur operasional tambang yang lebih dari 20 tahun, akuisisi ini menjadi landasan yang solid untuk pertumbuhan jangka panjang Delta Dunia.

Dawson Complex terdiri dari beberapa entitas joint venture, termasuk Dawson, Dawson South, Dawson South Exploration, dan Theodore South. Sebagian besar hasil produksi dari Dawson telah terjalin erat dengan pasar-pasar utama di Asia seperti India dan Jepang, yang merupakan konsumen utama batu bara metalurgi.

Dengan kapasitas produksi yang besar dan cadangan yang sangat mendukung, Dawson siap memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan Delta Dunia.

Pasar batu bara metalurgi global, yang digunakan dalam produksi baja, diperkirakan akan terus berkembang, seiring dengan permintaan yang kuat dari negara-negara industri utama, seperti China dan India. Hal ini akan semakin memperkuat posisi Delta Dunia sebagai salah satu produsen batu bara metalurgi terkemuka di dunia.

Dawson Complex sebelumnya merupakan bagian dari portofolio Steelmaking Coal milik Anglo American, yang kemudian dijual kepada Peabody.

Sebagai bagian dari kesepakatan ini, Peabody akan mentransfer kepemilikan 51 persen saham di Dawson Complex kepada BUMA International setelah transaksi dengan Anglo American selesai. Sisa 49 persen saham akan tetap dipegang oleh Mitsui Resources Pty. Ltd., yang menjadikan mereka mitra penting dalam pengelolaan dan pengembangan tambang tersebut.

Dalam konteks ini, Delta Dunia sangat mengutamakan kerjasama erat dengan pemangku kepentingan utama, termasuk Mitsui, untuk memastikan operasi yang efektif dan efisien. Keberhasilan dalam bekerja sama dengan Mitsui dan Peabody akan menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi Dawson Complex di pasar global.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait